Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

BMKG Catat Hampir Separuh Wilayah Indonesia Resmi Masuk Puncak Musim Kemarau Ekstrem

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 1 jam, 9 menit lalu
BMKG Catat Hampir Separuh Wilayah Indonesia Resmi Masuk Puncak Musim Kemarau Ekstrem

Tanah kering akibat kemarau. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi perluasan wilayah terdampak kemarau seiring masuknya Indonesia ke dalam fase puncak musim kemarau Juli 2026.

Data BMKG menunjukkan bahwa 48,9 persen wilayah Indonesia atau setara 342 Zona Musim (ZOM) telah resmi memulai masa kering. Angka tersebut melesat 11,3 persen lebih banyak daripada catatan dasarian sebelumnya.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Akan Cerah hingga Berawan Tebal, Senin, 13 Juli 2026

Ancaman Hari Tanpa Hujan dan Dominasi El Nino

Kondisi atmosfer tanah air kian memprihatinkan akibat lonjakan drastis area terdampak Hari Tanpa Hujan (HTH).

Pemantauan pos hujan mendeteksi ancaman kekeringan meteorologis yang berpotensi memicu krisis air bersih dan kegagalan panen sektor pertanian. Fenomena alam di Samudra Pasifik turut memperparah ketiadaan pasokan air dari langit.

Rincian data klimatologi hasil pengamatan satelit dan stasiun BMKG seluruh Indonesia:

  • Cakupan Wilayah Kering: Menguasai 48,9 persen wilayah nasional atau mencakup 342 Zona Musim aktif.

  • Kenaikan Area Kemarau: Mengalami lonjakan sebesar 11,3 persen dibandingkan pemantauan dasarian sebelumnya.

  • Titik HTH Sangat Panjang: Mencapai 329 titik pengamatan atau sekitar 6,77 persen dari total stasiun pemantau cuaca.

  • Durasi Hari Tanpa Hujan: Berada pada kategori sangat panjang, berkisar antara 31 hingga 60 hari berturut-turut tanpa curahan air.

  • Indeks Niño 3.4 Pasifik: Mencatat angka positif sebesar +1,25, mengonfirmasi bertahannya Fenomena El Niño aktif.

  • Southern Oscillation Index (SOI): Menyentuh angka minus 24,7, mempertinggi potensi pemangkasan curah hujan nasional.

Analisis citra satelit cuaca terkini memvalidasi keberadaan massa udara kering dari bagian selatan Indonesia, tepatnya sekitar Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Pergerakan atmosfer ini menghambat pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. Wilayah Indonesia bagian selatan meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi area paling terdampak pasokan udara kering ini.

Prakiraan Cuaca Nasional Periode 14 – 16 Juli 2026

Kondisi cuaca secara umum di wilayah Indonesia akan didominasi oleh langit cerah berawan hingga potensi hujan intensitas ringan. Namun, dinamika atmosfer lokal memicu anomali cuaca berupa pertumbuhan awan hujan masif di wilayah timur Nusantara.

“Perlu kewaspadaan terhadap potensi peningkatan hujan intensitas sedang di Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua,” tulis BMKG dalam keterangan resmi mengenai prediksi cuaca mingguan.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG 12 Juli 2026, Ini Daftar Wilayah Terancam Hujan Lebat

Selain potensi hujan lebat di tanah Papua, BMKG juga merilis peringatan dini mengenai potensi bencana hidrometeorologi lain.

Sektor kepulauan Maluku wajib mengantisipasi ancaman angin kencang sepanjang periode pertengahan Juli ini. Warga diimbau memangkas dahan pohon rimbun serta memperkuat struktur atap bangunan guna menghindari dampak kerugian materiil.

#Kemarau #Musim Kemarau #BMKG #BMKG Jabodetabek #Prakiraan Cuaca BMKG #Cuaca Buruk #Cuaca Panas #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Catat Hampir Separuh Wilayah Indonesia Resmi Masuk Puncak Musim Kemarau Ekstrem
Selain potensi hujan lebat di tanah Papua, BMKG juga merilis peringatan dini mengenai potensi bencana hidrometeorologi lain
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 9 menit lalu
BMKG Catat Hampir Separuh Wilayah Indonesia Resmi Masuk Puncak Musim Kemarau Ekstrem
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Akan Cerah hingga Berawan Tebal, Senin, 13 Juli 2026
Sejumlah kota besar di Indonesia akan cerah hingga brawan tebal pada Senin, 13 Juli 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Akan Cerah hingga Berawan Tebal, Senin, 13 Juli 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG 12 Juli 2026, Ini Daftar Wilayah Terancam Hujan Lebat
Sistem pemantauan mendeteksi akumulasi awan hujan terpusat di beberapa kepulauan utama Indonesia
Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG 12 Juli 2026, Ini Daftar Wilayah Terancam Hujan Lebat
Indonesia
Peta Risiko Cuaca Ekstrem 10-13 Juli 2026: Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang Hingga Lebat
Peningkatan curah hujan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Juli 2026
Peta Risiko Cuaca Ekstrem 10-13 Juli 2026: Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang Hingga Lebat
Olahraga
Cuaca Ekstrem Ancam Laga Norwegia vs Inggris, FIFA Berpeluang Tunda Pertandingan
Laga Norwegia vs Inggris terancam ditunda karena cuaca ekstrem. FIFA kemungkinan akan menerapkan protokol darurat.
Soffi Amira - Kamis, 09 Juli 2026
Cuaca Ekstrem Ancam Laga Norwegia vs Inggris, FIFA Berpeluang Tunda Pertandingan
Indonesia
Siklon Bavi di Filipina Meluas, Gelombang Laut Ekstrem Ancam Indonesia dalam 24 Jam ke depan
BMKG peringatkan dampak tidak langsung Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina, angin kencang di Sulut, Malut, Papua Barat Daya, gelombang laut 1,25–4 meter di Laut Maluku dan Sangihe-Talaud.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Siklon Bavi di Filipina Meluas, Gelombang Laut Ekstrem Ancam Indonesia dalam 24 Jam ke depan
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Ungkap Kondisi Terbaru Potensi Tsunami di Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami tiga kali erupsi dalam satu pagi. BMKG memastikan belum ada anomali muka air laut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, BMKG Ungkap Kondisi Terbaru Potensi Tsunami di Selat Sunda
Indonesia
BMKG Prakirakan Langit Jakarta Cerah Sepanjang Kamis, 9 Juli 2026
Memasuki siang hari, pancaran sinar matahari penuh tetap mendominasi atmosfer Jakarta
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Juli 2026
BMKG Prakirakan Langit Jakarta Cerah Sepanjang Kamis, 9 Juli 2026
Indonesia
Padamkan Kebakaran TPA Sampah Jatiwaringin, BNPB Bakal Lakukan Modifikasi Cuaca
pihaknya telah berkoordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak awal kejadian untuk merekayasa cuaca tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Padamkan Kebakaran TPA Sampah Jatiwaringin, BNPB Bakal Lakukan Modifikasi Cuaca
Indonesia
Gempa 5,5 Guncang Selat Sunda Saat Status Anak Krakatau Naik Siaga III, Ini Pemicunya!
Gempa magnitudo 5,5 mengguncang Selat Sunda, Rabu dini hari. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami. Guncangan dirasakan di Pandeglang dan Bogor dengan intensitas III-IV MMI.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Gempa 5,5 Guncang Selat Sunda Saat Status Anak Krakatau Naik Siaga III, Ini Pemicunya!
Bagikan