Merahputih.com - Skandal dugaan rasisme kembali mencoreng pelaksanaan Piala Dunia 2026. Kini pernyataan kontroversial diduga berbau rasis dilontarkan mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.
Mariano menyebut skuad Les Bleus 'tidak memiliki pemain asli Prancis'. Insiden ini menjadi serangan rasisme kedua menyasar Timnas Prancis sepanjang turnamen berlangsung.
Baca juga:
Mbappe Sekak Balik Komen Rasis Senator Paraguay: Aib Nodai Sukses Timnas Negara Anda!
Pernyataan Mariano Rajoy terbit melalui kolom opini media El Debate menjelang laga semifinal antara Spanyol melawan Prancis.
Ketegangan diplomatik serta olahraga mencuat mengingat Mariano merupakan kepala pemerintahan Spanyol periode 2011-2018.
Mariano Rajoy melontarkan komentar bernada rasisme tidak toleran mengenai tim nasional Prancis,
tulis Presiden FFF, Philippe Diallo.
Kronologi Serangan Rasisme Beruntun

Serangan verbal terhadap anak asuh Didier Deschamps bermula sejak fase gugur babak 32 besar berakhir. Pihak FFF bersama kejaksaan Prancis langsung mengambil tindakan hukum guna melindungi integritas para atlet profesional.
Rentetan data dan fakta kasus rasisme menimpa Prancis:
-
Pelaku Kasus Pertama: Senator Paraguay, Celeste Amarilla, melontarkan hinaan pasca laga Prancis melawan Paraguay.
-
Objek Hinaan Pertama: Celeste Amarilla menyebut penyerang utama, Kylian Mbappe, sebagai warga Kamerun terjajah palsu selaku warga Prancis.
-
Tindakan Hukum FFF: Melaporkan komentar kriminal berbau rasial tersebut menuju meja hijau melalui jaksa penuntut Prancis.
-
Keterlibatan Lembaga Internasional: Kantor Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights) resmi mengecam ucapan rasisme kubu Paraguay.
-
Pernyataan Kontroversial Kedua: Mariano Rajoy menulis bahwa Prancis menempati peringkat 1 FIFA namun tidak memiliki pemain Prancis asli.
Reaksi Keras Pemerintah dan Federasi Prancis
Diallo melayangkan protes keras melalui media sosial pribadi guna meredam opini negatif publik Spanyol.
Les propos de Mariano Rajoy évoquant l'équipe de France comportent des relents de racisme intolérables.
— Philippe Diallo (@PhilippeDiallo) July 12, 2026
Et interrogent sur le détestable climat qui génère de tels remugles.
Nos joueurs n'ont aucun certificat de nationalité à recevoir d'un ancien Premier ministre espagnol.…
Hubungan bilateral kedua negara bidang olahraga memanas menjelang kick-off babak semifinal akibat tulisan provokatif kolumnis El Debate tersebut.
Baca juga:
Duel Taktik Prancis vs Spanyol: Filosofi Relasionisme Melawan Posisional
Pemerintah Prancis melalui Menteri Dalam Negeri, Laurent Nunez, turut bersuara mengecam tindakan diskriminatif mantan penguasa Spanyol itu.
Pihak Prancis menegaskan legitimasi kewarganegaraan para pemain tim nasional bersifat mutlak berdasarkan hukum negara, bukan penilaian asing.
“Pemain kami tentu tidak membutuhkan sertifikat kewarganegaraan dari Perdana Menteri Spanyol,” tegas Philippe Diallo.

