Cup of Excellence Ethiopia 2021 Bikin Para Peserta Makin Bersemangat
Sabtu, 04 September 2021 -
TAMIRU Tadesse Tesema menjadi pemenang di ajang Cup of Excellence (COE) Ethiopia 2021 dengan mencetak 90,06 poin dengan kopi olahan Anaerobik. Meski tidak meraih kemenangan, para peserta lainnya menganggap bahwa COE ini sudah menjadi ajang kopi terbaik yang pernah mereka ikuti.
“Rasanya seperti mimpi ketika nama saya disebut sebagai pemenang dalam pengumuman COE. Kopi yang kami tanam di daerah kami berkualitas tinggi. Saya ingin mempromosikannya dan itulah mengapa saya ikut serta dalam kompetisi ini,” kata Tamiru dalam COE webinar series bertajuk COE Farmer’s Success Story, Sabtu (4/9).
“Saya sangat senang mendapat kesempatan dan sangat terhormat bisa memenangkan Presidential Award. Ini adalah pengakuan terbesar atas kerja keras kami,” lanjutnya.
Mengutip laman Global Coffee Report, hasil kompetisi COE Ethiopia 2021 dirilis oleh Ethiopian Coffee and Tea Autority, Ethiopian Coffee Exporters Association, Feed the Future Ethiopia Value Chain Activity (VCA), dan Alliance for Coffee Excellence. Dari 40 finalis, lima lot kopi mencetak 90 poin atau lebih dan mendapatkan pengakuan tertinggi dalam kompetisi, yakni Presidential Award.
Baca juga:
Di satu sisi menurut Tesfaye Bekele, juara tiga dari COE Ethiopia 2021, mengatakan bahwa ajang ini memberikan kesempatan untuk mempromosikan tidak hanya kopinya, tetapi juga kopi Ethiopia.
“Saya mendaftarkan sample kami setelah mendapatkan informasi. Kami selalu diberi tahu bahwa kopi kami tidak mendapatkan harga yang pantas untuk kualitasnya. Untuk membuktikan diri, saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti COE,” kata Tesfaye.
Eliyas Dukamo yang berada di peringkat ke-8 bahkan awalnya tidak mengetahui apa itu COE.
“Saat itu saya sedang melakukan pasca-panen dan diminta mengikuti COE. Saya diberi tahu bisa mendapat USD 200 atau sekitar Rp 2,8 juta, lalu saya siapkan dan kirimkan sample ke COE. Tahun ini saya lebih bersemangat karena saya merasakan sendiri manfaat dan dampaknya sangat besar,” kata Eliyas.
Baca juga:
Pertama Di Asia, Cup of Excellence Siap Digelar di Indonesia Tahun ini
“Tamiru adalah teman kami dan tahun ini dia juara pertama. Kami saling memberikan motivasi. COE merubah segalanya dan tahun ini semua merasa termotivasi menjadi lebih bersemangat,” lanjutnya.
Di sisi lain menurut Fesshaye yang berada di peringkat 20, posisi tidak menjadi masalah baginya. Fokus utama mereka adalah kualitas kopi yang diberikan.
“COE itu seperti Oscar. Semua tentu ingin dinominasikan. Menang adalah urusan lain, masuk ke dalam nominasi saja sudah menjadi pencapaian karena kita berada di antara yang terbaik. Karena pada akhirnya kami bisa menjual kopi dengan harga tinggi,” tutup Fesshaye. (and)
Baca juga:
Para Juri Nasional yang Terpilih Siap Beri Penilaian di Cup of Excellence