Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

BPOM Imbau Masyarakat Tidak Beli Obat Melalui Online

Luhung Sapto - Kamis, 06 Oktober 2016

MerahPutih Megapolitan – Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan pada BPOM Hendri Siswadi meminta masyarakat untuk tidak membeli obat melalui daring (online). Sebab, saat ini obat ilegal beredar luas, serta tidak memiliki izin edar.

“Jangan mengkonsumsi produk-produk obat ilegal. Karena ini akan membahayakan kesehatan, kalau kesehatan sudah kena biaya untuk memulihkannya itu lebih besar. Beli obat di apotik resmi, jangan beli di mana-mana, karena obat itu ada memang ada tempat-tempat tertentu yang menjual, tidak sembarangan. Online, tidak boleh,” ungkap Hendri Siswadi kepada merahputih.com, Kamis (6/10).

Sementara itu Kepala BPOM Penny K Lukito menambahkan, peredaran dan produksi obat ilegal merupakan kejahatan kemanusiaan, yang tidak hanya berdampak kepada kesehatan masyarakat saja, tapi juga akan mengganggu ketahanan nasional. 

Ia juga berharap kepada seluruh komponen masyarakat dan stakeholder, untuk bersama-sama menyikapinya. Diakuinya, dengan munculnya kasus vaksin palsu beberapa waktu lalu, perhatian masyarakat terhadap BPOM sebagai salah satu lembaga yang mengawasinya cukup besar.

“Untuk itu, kami terus menerus melakukan pengawasan, namun memang tidak bisa berperan sendiri, tapi butuh stakeholder, agar benar-benar memberikan efek jera yang maksimum,” katanya. 

Adapun efek yang diperoleh dari hasil mengkonsumi beberapa obat palsu dari temuannya di Gudang Surya Balaraja, Kabupaten Tangerang pada 2 September 2016 lalu, kata Penny, bisa mengakibatkan halusinasi, yang berdampak kepada ketergantungan. 

“Yang tidak menutup kemungkinan, ini akan berdampak juga pada tindak kriminal,” pungkasnya. (Wid)

BACA JUGA: 

  1. Obat Palsu Senilai Rp30 Miliar Berawal dari Temuan Obat di Kalimantan
  2. Produk Obat Ilegal Senilai Rp 30 Miliar Dimusnahkan BPOM
  3. Polisi Bekuk Pengedar Obat Ilegal dari Tiongkok
  4. Komnas PA Pertemukan Orang Tua Korban Vaksin Palsu dengan Pihak RS
  5. Tetap Semangat, Orang Tua Korban Vaksin Palsu Mengadu Ke Komnas PA
Baca Artikel Asli