Merahputih.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemerintah Kota Jakarta Selatan melakukan inspeksi mendadak di pasar takjil kawasan Gandaria Utara guna mengedukasi warga agar mewaspadai makanan dengan warna mencolok yang berpotensi mengandung zat kimia berbahaya.
Langkah preventif ini bertujuan memastikan seluruh menu buka puasa yang beredar di masyarakat bebas dari ancaman formalin, boraks, hingga pewarna tekstil. Pengawasan ketat ini menjadi prioritas mengingat tingginya konsumsi pangan olahan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Baca juga:
War Takjil Jalan Sabang: Saat Asap Knalpot Kalah Wangi Sama Aroma Kolak dan Gorengan
Tips Mengenali Takjil Beracun
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM DKI Jakarta, Evi Citraprianti, menegaskan bahwa visual makanan yang terlalu menarik justru harus dicurigai. Menurutnya, penggunaan zat pewarna non-pangan sering kali memberikan tampilan warna yang tidak alami atau terlalu tajam.
"Jadi kalau misalkan takjilnya itu berwarna, itu pilih warnanya yang jangan mencolok," ujar Evi saat ditemui di lokasi pemantauan.
Evi juga memberikan panduan praktis bagi konsumen untuk mendeteksi zat boraks dan formalin secara mandiri melalui indra perasa dan peraba.
"Kalau kerupuk terasa getir itu berarti kemungkinan adanya penambahan boraks. Sementara ciri-cirinya kalau tahunya keras, itu berarti kemungkinan ada penambahan formalin," jelasnya lebih lanjut.
Baca juga:
Asal Usul dan Resep Es Pisang Ijo khas Makassar, Segar dan Mudah Dibuat untuk Takjil Ramadan
Sinergi Satgas Amankan Pangan
Guna memperluas jangkauan pengawasan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengerahkan satgas gabungan yang terdiri dari Suku Dinas PPKUKM, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas KPKP, hingga bagian perekonomian wilayah setempat. Sinergi ini difokuskan untuk menyisir titik-titik keramaian penjual takjil di seluruh wilayah Jakarta Selatan.
BBPOM berharap melalui pengawasan rutin ini, masyarakat semakin teredukasi untuk lebih selektif dalam memilih pangan sehat. Pengamatan terhadap tekstur dan warna menjadi kunci utama agar momen berbuka puasa tetap aman dan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.