Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Belum Pikirkan Renovasi, Kejagung Fokus Telusuri Penyebab Kebakaran

Andika Pratama - Senin, 24 Agustus 2020

MerahPutih.com - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengungkapkan, pihaknya masih fokus mencari penyebab kebakaran yang melalap gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/8) malam.

Setelah itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melihat kelayakan gedung tersebut.

Baca Juga

Usut Kebakaran, Pamdal Hingga 'Cleaning Service' Kejagung Diperiksa Polisi

Kemudian, baru dibicarakan mengenai anggaran pembangunan gedung yang akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Baru kami meminta kepada PU apakah masih layak atau tidak gedung itu digunakan, baru di situ tentang bagaimana kita bicara tentang anggarannya. Jadi ada tahap-tahapan,” tuturnya kepada wartawan, Senin (24/8)

Terkait penyelidikan penyebab kebakaran tersebut, Kejagung menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyatakan data-data intelijen yang terdapat di pusat arsip aman dari kebakaran. Pusat arsip terletak di lantai dasar gedung utama yang terbakar pada Sabtu malam lalu.

"Kalau teman-teman lihat record center untuk data arsip kami, aman tidak ada masalah. Di lantai dasar, itu arsip kami dan alhamdulilah aman," kata Hari.

Sejumlah petugas Puslabfor, Inafis, dan Kejaksaan Agung melakukan pengecekan di Gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar, Senin (24/8/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Dia menuturkan, meski ruang kerja bidang intelijen Kejagung turut terdampak dalam insiden kebakaran itu, namun dia memastikan tidak ada alat-alat intelijen yang terkena imbasnya.

Hanya saja, dia mengakui, terdapat sejumlah berkas fisik dari operasi intelijen milik kejaksaan yang turut terbakar. Namun, dia memastikan pihaknya tetap memiliki cadangan data digital dari berkas-berkas itu.

"Mungkin iya terbakar (Berkas kertas). Tapi backup data itu selalu ada. Mungkin di ketua tim, mungkin di pimpinan. Era sekarang adalah era digital dan itu biasa kami lakukan," jelas Hari.

Sebagai informasi, setidaknya hampir sekitar 21 jam kobaran api melalap gedung Kejaksaan Agung RI, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/8).

Dugaan awal, api semula berasal dari lantai enam gedung utama kantor korps Adhyaksa itu. Api kemudian membesar dan menjalar ke bagian lantai empat dan lima. Di gedung itu juga terdapat kantor Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi.

Baca Juga

Yang Dilakukan Tim Puslabfor Saat Masuk Pertama Kali di Gedung Kejagung

Kini, kedua pucuk pimpinan Kejaksaan Agung itu harus berkantor sementara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan mulai Senin (24/8).

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu terjadi. Badan Reserse Kriminal dan Kejaksaan membuka penyelidikan untuk mengusut peristiwa tersebut. (Knu)

Baca Artikel Asli