Bayi Newborn Bisa Belajar Apa?

Kamis, 27 April 2023 - P Suryo R

KEBANYAKAN orang mungkin berpikir bayi baru lahir hanya perlu minum susu dan tidur saja. Selebihnya orangtua hanya perlu memastikan bayi tetap dalam kondisi higienis artinya dimandikan serta digantikan popoknya secara rutin. Karena bayi baru lahir atau yang populer dengan sebutan newborn dinilai masih ringkih dan rapuh, alhasil banyak orangtua yang tidak memiliki keberanian untuk melatih motorik dan sensorik karena takut celaka.

Padahal menurut betterhealth, orangtua sudah harus mulai melatih saraf motorik dan sensorik anak bahkan sejak hari-hari pertama ia dilahirkan. Tentu saja saat anak masih newborn ayah dan bunda harus ekstra hati-hati terutama saat menerapkan latihan fisik yang notabene memerlukan gerakan-gerakan tertentu.

Struktur tulang newborn masih lunak ditambah struktur sarafnya masih sangat rapuh sehingga mudah mengalami cedera bahkan berisiko mengalami shaken baby syndrome. Tapi bukan berarti newborn tidak perlu belajar apa-apa loh bund...

Baca Juga:

Mengenal Tradisi Selapanan, Selamatan Bayi di Usia 35 Hari

bayi
Orangtua sudah harus mulai melatih saraf motorik dan sensorik anak bahkan sejak hari-hari pertama ia dilahirkan. (Pexels/kelvin agustinus)

Melatih penglihatan

Newborn belum bisa melihat secara jelas hingga kira-kira berusia 40 hari. Masa-masa ini merupakan kesempatan emas bagi orangtua untuk melatih ketajaman penglihatan anak sejak dini. Orangtua bisa mulai dengan melatih penglihatan anak menggunakan buku-buku berisi gambar angka, hewan, atau tumbuhan berwarna kontras seperti merah terang, putih, dan hitam.

Penglihatan newborn juga bisa dilatih dengan menggerakan benda ke berbagai arah di hadapan wajahnya untuk melatih fokus pandangannya. Dengan begitu penglihatan bayi akan semakin tajam dan memiliki fokus yang baik saat memandang sebuah objek setelah melewati usia 40 hari.

Melatih pendengaran

Organ-organ vital bayi masih akan mengalami perkembangan lebih lanjut di hari pertamanya yang seringkali disebut dengan 1000 hari emas pertama anak. Selain melatih ketajaman mata, newborn juga perlu distimulasi pendengarannya sejak dini.

Cara paling tepat melatih pendengaran anak adalah dengan memberikan stimulasi melalui mainan yang mengeluarkan suara. Saat sudah waktunya belajar, coba stimulasi menggunakan mainan bersuara di dekat telinga bayi bergantian kiri dan kanan. Secara perlahan bayi akan mengikuti arah sumber suara dari mainan tersebut.

Baca Juga:

Mengenal Golden Hour Pada Bayi Baru Lahir

bayi
Melatih daya ingat newborn harus dimulai dengan mengingat wajah orang-orang terdekat. (Pexels/Laura Garcia)

Tummy time

Tummy time merupakan sesi belajar bayi yang sering dihindari oleh orangtua. Karena sesi tummy time memerlukan gerakan fisik seperti melatih newborn untuk tengkurap dan mengangkat kepalanya sendiri. Meskipun struktur tulang newborn masih lunak dan butuh tumpuan orangtua, sesi ini sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil. Selain mempersiapkan anak untuk bisa tengkurap, merangkak, duduk, dan nantinya belajar berjalan, sesi ini sekaligus melatih kekuatan otot terutama di leher bagian belakang.

Objek dan subjek

Daya ingat si kecil bisa dilatih sejak usia newborn loh ayah bunda. Melatih daya ingat newborn harus dimulai dengan mengingat wajah orang-orang terdekat seperti wajah orangtuanya, kakek, nenek, dan saudara kandungnya. Setiap bayi mulai mengoceh sendiri, orangtua harus sigap mengajak bicara agar bayi dengan cepat mengingat siapapun yang sering meladeni celotehnya. (Mar)

Baca Juga:

Lima Tanaman yang Cocok untuk Kamar Bayi

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan