Inspirasi

Lima Tanaman yang Cocok untuk Kamar Bayi

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 05 Januari 2021
Lima Tanaman yang Cocok untuk Kamar Bayi

Manfaat tanaman ini mampu memberikan oksigen. (Foto: Unsplash/Nikhil Mitra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU kamu termasuk yang sedang hobi berkebun selama pandemi ini, jika akan atau sudah punya anak pasti bertanya-tanya apakah bisa mendekorasi kamar bayi dengan tanaman?

Selain bisa menjadi dekorasi dan menyejukan ruangan, tanaman ini juga dapat memberi banyak manfaat, mulai dari udara yang lebih bersih hingga mengurangi stres. Nyatanya, beberapa jenis bahkan dapat membantu membuat bayi tidur lebih cepat dan pulas.

Baca Juga:

Viral, Menyirami Tanaman dengan Es Batu

"Tanaman hias tidak hanya meningkatkan oksigen, tetapi juga merupakan pembersih udara alami dan dapat menghilangkan hingga 87 persen racun dalam sehari. Ini termasuk senyawa organik yang mudah menguap seperti formaldehida, yang dapat ditemukan dalam bahan sehari-hari seperti cat dan plastik," jelas Joyce Mast, Plant Mom penghuni Bloomscape seperti diberitakan marthastewart.com (4/1).

"Membuang racun ini dari udara dapat mengurangi gejala yang disebabkan oleh polutan seperti alergi, sakit kepala, kelelahan, dan lainnya," tambah Mast. Ini artinya, kamu juga melindungi si kecil. Tanaman hias pun menjadi penting untuk diperkenalkan ke kamar tidurnya.

Namun, tidak semua tanaman aman untuk bayi, jadi penting untuk mengetahui tanaman mana yang tidak beracun sebelum kamu membelinya. Memilih tanaman yang tidak berbahaya untuk ditambahkan ke kamar bayi hanyalah langkah pertama. Yang kedua adalah menempatkannya secara strategis, jauh dari jangkauan bayi. Tanaman yang aman dan bermanfaat bagi si kecil antara lain lima yang disebutkan berikut.

1. Kacang Saba

tanaman
Tanaman Kacang Saba atau Money Tree. (Foto: 123RF/Matthew Howard)

Kacang saba disebut juga money tree. Artinya, kamu akan membesarkan si kecil untuk memahami bahwa uang tidak tumbuh di pohon, bahkan pohon uang pun tidak. Tanaman dengan nama latin achira aquatica ini disebut money tree dari ilmu Feng Shui, yang menunjukkan bahwa tanaman ini membawa kepositifan dan keberuntungan bagi pemiliknya. "Dengan batangnya yang dikepang dan daun yang tampak seperti palem hijau cerah, ia tampak seperti pohon dan palem," kata Mast.

Dia menambahkan, tanaman ini ramah hewan peliharaan (tidak beracun) dan dikenal untuk membuang racun dari udara sekitarnya." Sebainya tanaman ini di letakkan dalam cahaya tidak langsung sedang hingga terang dan memutarnya setiap kali kamu menyiram agar pertumbuhan dan perkembangan daun merata.


2. Lili Paris

tanaman
Tanaman Lili Paris atau Spider Plant. (Foto: 123RF/tynza)

Jika Anda mencari tanaman hias untuk digantung di sudut kamar bayi atau untuk diletakkan di atas lemari, lili paris atau spider plant adalah pilihan yang bagus. Tidak hanya menarik secara fisik, tetapi tanaman dengan nama latin Chlorophytum comosum ini merupaka pemurni udara terbaik. Satu potnya mampu menyaring hingga 90 persen formaldehida kimiawi kanker dari udara, catat Gena Lorainne, ahli hortikultura dan ahli berkebun di Fantastic Services.

“Ia juga berkembang biak dengan menumbuhkan tunas tanaman kecil, yang dapat ditanam kembali dan ditempatkan di ruangan lain di sekitar rumah,” tambah Lorainne.


3. Lidah Mertua

tanaman
Tanaman Lidah Mertua atau Snake Plant. (Foto:123RF/Olga Yastremska)


Tanaman ini disebut juga snake plant, tapi jangan khawatir dengan namanya yang menakutkan. Ini adalah salah satu tanaman hias termudah untuk dirawat. Itulah salah satu alasan mengapa tanaman ini sangat ideal untuk kamar bayi. "Tanaman ini sangat toleran terhadap kekeringan, artinya hanya perlu disiram ketika sudah benar-benar kering, dan dapat mengambil sedikit sinar matahari jika diperlukan," kata Tyler Banken, arsitek lanskap dan ahli hortikultura.

"Tanaman ini juga punya kinerja terbaik dalam hal pemurnian udara karena mengeluarkan oksigen di malam hari," tambahnya. Dia merekomendasikan untuk meletakkannya di pot yang ditinggikan di sudut ruangan atau di tempat yang sempit, seperti di antara kursi goyang dan rak buku.

Baca Juga:

Gampang-Gampang Susah Merawat Tanaman Kantong Semar


4. Peperomia Hijau

tanaman
Tanaman Peperomia Hijau atau Baby Rubber Plant. (Foto: 123RF/Uirii Dolgalev)

Juga dikenal sebagai Peperomia obtusifolia, tanaman hias ini membuat tambahan yang bagus untuk kamar bayi, terutama untuk kamar dengan sedikit jendela, karena kebutuhannya akan sinar matahari alami yang hampir nol. "Jika baby rubber plant (nama lain tanaman ini) memang mendapat sinar matahari, tanaman itu akan berbunga selama musim semi untuk menambahkan lebih banyak warna di kamar," kata Lawrence Hanley, Pendiri Desk Plants.

"Mereka juga merupakan penghasil oksigen tinggi yang dapat sangat membantu dalam meningkatkan kualitas udara di kamar bayi," dia menambahkan.


5. Tanaman Paku sarang burung

tanaman
Tanaman Paku Sarang Burung. (Foto: 123RF/Olga Miltsova)

Jika kamu juga memiliki binatang peliharaan yang berlarian, tanaman yang lucu ini adalah tanaman yang bagus untuk ditempatkan di kamar bayi. Selain aman untuk hewan peliharaan tanaman hias ini juga mampu menghilangkan bahan kimia berbahaya dari udara. Hiraa Khan, pendiri merek tanaman DTC, Ansel & Ivy, merekomendasikan untuk meletakkan pakis dengan nama latin Asplenium nidus ini di dekat jendela yang mendapat sinar matahari pagi atau sore hari.

"Jendela yang terang, cerah, atau terlalu hangat harus dihindari karena sinar matahari langsung akan membuat tanaman kehilangan daunnya atau mengubah daunnya menjadi kuning. Sirami secukupnya agar tanah tetap lembab, tidak basah, dan jika udara di sekitar tanaman terlalu kering, gunakan humidifier atau sesekali semprotkan tanaman untuk meningkatkan kelembapan," tutup Khan. (Aru)

Baca Juga:

Tidak Hanya Estetis, Tanaman Hias Indoor Baik untuk Kesehatan

#Tanaman Hias #Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan