MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur memastikan distribusi logistik pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020 dilakukan dengan pengawalan anggota panwas hingga ke tempat pemungutan suara (TPS).
Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu NTT Jemris Fointuna mengatakan, pelibatan panwas dalam pengawasan logistik mulai dari proses pencetakan surat suara, penyortiran logistik hingga distribusi logistik ke tempat pemungutan suara (TPS).
Baca Juga:
8.237 Surat Suara Pilwakot Solo Dinyatakan Rusak
Panwas juga memastikan lokasi penyimpan logistik pemilu seperti surat suara benar-benar aman seperti tempatnya bebas dari banjir, tidak terdapat sarang tikus yang bisa merusak logistik.
"Apabila tempat penyimpanan logistik pemilu tidak representatif maka kami rekomendasikan untuk mencari tempat lain tempat penyimpanan logistik pemilu," katanya dikutip Antara.
Bawaslu, kata ia, akan memastikan gudang logistik tidak bocor agar logistik seperti surat suara tidak rusak karena rembesan air hujan.
Dia menyebutkan, 3.994 orang anggota panwas tersebar di sembilan kabupaten yang mengelar Pilkada Serentak 9 Desember 2020 sudah siap mengawal logistik hingga TPS.
Sembilan kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang mengelar pilkada 9 Desember 2020 yaitu Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Ngada di Pulau Flores.
Sementara di Pulau Timor terdapat tiga kabupaten yaitu Kabupaten Malaka, Belu dan Timor Tengah Utara (TTU), sedang di Pulau Sabu terdapat satu kabupaten yakni Kabupaten Sabu Raijua.
Sementara di Pulau Sumba terdapat dua kabupaten yang menyelenggarakan pilkada yaitu Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat. (*)
Baca Juga:
Tok! DPT Pilkada Serentak 2020 Nasional 100,35 Juta Jiwa