Merahputih.com - Di tengah meningkatnya ancaman perang dan cuaca ekstrem, setidaknya 33 negara minta warga stok makanan, air bersih, hingga obat-obatan untuk persiapan minimal tiga hari ke depan.
Langkah antisipasi krisis global dan ancaman keamanan siber ini menjadi peringatan keras bahwa kondisi darurat bisa meledak kapan saja tanpa disadari.
Seruan terkait persiapan darurat 72 jam ini bukanlah sekadar isapan jempol, mengingat setiap negara punya tingkat kesiapsiagaan dan risiko bencana yang berbeda-beda.
Baca juga:
Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Dari benua Eropa hingga Asia, pemerintah setempat makin gencar mengedukasi masyarakat agar selalu siap sedia menghadapi skenario terburuk, mulai dari siaga bencana cuaca ekstrem hingga sabotase digital berskala besar.
Negara-negara raksasa seperti Kanada, Jepang, Meksiko, hingga Belanda bahkan sudah satu suara bahwa memiliki peralatan dan logistik darurat mandiri adalah benteng pertahanan pertama bagi keselamatan warga.
Terkait logistik apa saja yang sebaiknya disiapkan, ada arahan menarik dari para pemimpin dunia.
Saya memang suka kacang-kacangan, jadi saya punya banyak kacang-kacangan di lemari, dan sup. Saya rasa makanan-makanan (tahan lama) itulah yang saya rekomendasikan untuk dikonsumsi orang-orang,
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham dalam laporan BBC.
Daftar Lengkap 33 Negara yang Menyerukan Siaga Darurat
Agar lebih terstruktur, berikut adalah daftar 33 negara dari berbagai belahan dunia yang sudah mengeluarkan imbauan resmi bagi warganya untuk menyetok kebutuhan dasar:
Eropa
-
Inggris Raya
-
Irlandia
-
Prancis
-
Jerman
-
Belanda
-
Denmark
-
Norwegia
-
Swedia
-
Finlandia
-
Estonia
-
Latvia
-
Lituania
-
Polandia
-
Republik Ceko
-
Austria
-
Swiss
-
Kroasia
Amerika Utara
-
Amerika Serikat (AS)
-
Kanada
-
Meksiko
Amerika Selatan
-
Chili
-
Kolombia
-
Argentina
-
Brasil
Baca juga:
Afrika
-
Afrika Selatan
Asia
-
Jepang
-
Taiwan
-
Israel
-
India
-
Filipina
-
Singapura
Oseania
-
Selandia Baru
-
Australia
Kesiapsiagaan dari puluhan negara di atas menjadi sinyal kuat bahwa memiliki persediaan darurat mandiri kini bukan lagi sekadar sikap paranoid, melainkan langkah cerdas untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian global.