Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Basarnas: Mencari Jenazah di Dalam Laut Butuh Sonar dan ROV

Noer Ardiansjah - Senin, 05 Januari 2015

MerahPutih Nasional- Kepala Basarnas Pusat, Marsekal Madya, FHB Soelistyo kembali menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan alat untuk mencari keberadaan dan mengevakuasi jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. Memang, pada pencarian hari ke-8 ini, Tim SAR sudah menemukan dan mengevakuasi sejumlah 37 orang jenazah. 

"Kalau mencari (jenazah) di bawah air mata kita enggak mungkin menduga-duga. Mesti harus dibantu alat untuk mencari di bawah air. Alatnya apa," tanya Soelistyo di kantornya, Jakarta Pusat (5/15).  

Dijelaskan Soelistyo, alat yang bisa digunakan untuk mencari jenazah dan serpihan pesawat berpenumpang 155 orang dan 7 orang kabin, bisa berupa Sonar sistem yang ada di kapal-kapal. Sonar sistem berada di kapal KNKT, itu bisa memancarkan signal dalam menentukan keberadaan jasad manusia. Terkait pendeteksian benda-benda pesawat jurusan Surabaya-Singapura, kata Sulistyo berbeda dengan alat Sonar sistem. 

"Ini kemudian ada alat lagi. Kalau blackbox ya locater misalnya. Untuk meyakinkan kita misalnya bisa menggunakan Remote Operating Vehicle (ROV). ROV itu alat yang diturunkan mendapatkan satu imes stiker dari hasil analis tangkapan. Jadi ada tahapannya," pungkas Marsekal Madya, FHB Soelistyo. (HUR)

 

Baca Artikel Asli