Merahputih.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penanganan insiden pesawat Garuda Indonesia GA-604 rute Jakarta-Makassar berjalan sesuai prosedur standar operasional keselamatan udara.
Armada berjenis Boeing 737-800 ini mengalami kondisi pecah ban pada salah satu roda utama saat mengudara menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Baca juga:
Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban Saat Terbang ke Makassar, Penumpang Dievakuasi Usai Manuver Go Around
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub memberi apresiasi atas respons cepat seluruh pihak terkait. Koordinasi intensif terjalin antara awak kabin, pengelola bandar udara, AirNav Indonesia, manajemen Garuda Indonesia, beserta tim teknis lapangan.
Sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur,
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, Kamis (3/9).
Pihak menara pengawas atau Tower JATSC Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta memberi informasi genting kepada Pilot In Command (PIC) sesaat setelah pesawat lepas landas. Roda utama nomor tiga teridentifikasi pecah berkeping.
Sang pilot langsung merespons laporan tersebut lewat komunikasi Ground to Air (GTA) lalu memutuskan tetap melanjutkan perjalanan menuju Makassar.
Evakuasi Pasca Pendaratan
Koordinasi berlanjut ke pengelola Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin guna mengantisipasi blokade landas pacu atau runway blocked saat proses pendaratan berlangsung. Petugas bandara menyiapkan seluruh langkah mitigasi secara komprehensif.
"Pesawat GA604 kemudian mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA," ungkap Lukman.
Otoritas bandara langsung menutup sementara landas pacu berdasar surat edaran NOTAM Nomor A3284/26 demi menjamin keselamatan operasional maskapai lain.
Baca juga:
Garuda Indonesia Dipastikan Jadi Holding Penerbangan, Janjikan Bisa Kurangi Biaya Transportasi
Tim Teknik Garuda Indonesia bersama GMF AeroAsia langsung menderek armada berstatus rusak ini menuju lokasi parkir khusus guna menjalani proses pergantian roda utama.
Petugas juga membersihkan landas pacu bandara keberangkatan dan kedatangan dari serpihan benda asing berpotensi bahaya atau Foreign Object Debris (FOD).
"Sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan berlaku," papar Lukman.