Mengapa Pesawat Tak Boleh Terbang di Tengah Abu Vulkanis? Ini Alasannya

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Mengapa Pesawat Tak Boleh Terbang di Tengah Abu Vulkanis? Ini Alasannya

Alasan kenapa pesawat ditunda penerbangan bila ada abu vulkanis. (foto: unsplash)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 tidak hanya membawa dampak bagi wilayah di sekitar Selat Sunda.

Abu vulkanis yang dimuntahkan ke atmosfer turut mengganggu aktivitas penerbangan hingga menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan mengalami penundaan, pembatalan, dan perubahan operasional bandara.

Pada Minggu (6/9), sebaran abu dari Gunung Anak Krakatau bahkan mencapai wilayah Jakarta dan sekitarnya. BMKG mencatat dua klaster abu vulkanis yang meliputi sejumlah wilayah, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Baca juga:

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tersebar ke 5 Provinsi, Berpotensi Lebih Luas

Salah satu klaster terpantau mencapai ketinggian sekitar 20.000 kaki, sementara klaster lainnya mencapai sekitar 50.000 kaki di atmosfer.

Kondisi tersebut membuat penerbangan harus ditunda atau dihentikan sementara. Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara yang terdampak, dengan ratusan penerbangan mengalami gangguan akibat keberadaan abu vulkanis di ruang udara.

Keselamatan menjadi alasan utama mengapa maskapai dan otoritas penerbangan tidak dapat memaksakan pesawat untuk tetap beroperasi ketika jalur penerbangan berada di kawasan yang terdampak abu.

Lantas, mengapa abu vulkanis begitu berbahaya bagi pesawat?

Sebaran
Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mengguyur Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU

Abu Vulkanis Bukan Sekadar Debu

Baca juga:

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Soetta, Halim, dan Radin Inten II Ditutup

Dari permukaan bumi, abu vulkanis mungkin terlihat seperti debu berwarna abu-abu atau kecokelatan. Namun, material ini bukanlah debu biasa seperti pasir.

Abu vulkanis terdiri dari partikel batuan dan mineral yang sangat halus. Partikel tersebut dapat memiliki sifat abrasif sehingga berpotensi mengikis permukaan dan komponen pesawat ketika terhisap atau menghantam pesawat dalam kecepatan tinggi.

Masalah menjadi jauh lebih serius ketika abu masuk ke dalam mesin jet. Material silika dalam abu vulkanis memiliki titik leleh yang lebih rendah dibandingkan suhu operasi mesin jet.

Mesin Pesawat Bisa Kehilangan Tenaga

Bahaya terbesar dari abu vulkanis adalah ketika material tersebut masuk ke mesin pesawat. Mesin jet bekerja dengan menarik udara dalam jumlah besar ke dalam sistemnya.

Jika udara tersebut mengandung abu vulkanis, partikel halus ikut terhisap ke dalam mesin. Dalam kondisi tertentu, abu dapat menyebabkan gangguan serius pada komponen mesin, termasuk meningkatkan suhu mesin, memicu gangguan kompresor, hingga menyebabkan mesin kehilangan tenaga.

Baca juga:

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan Solo-Jakarta di Bandara Adi Soemarmo Dibatalkan

FAA mencatat sejumlah peristiwa penerbangan ketika pesawat berbadan lebar mengalami kehilangan tenaga pada seluruh mesinnya setelah memasuki awan abu vulkanis.

Abu Bisa Meleleh dan Menempel di Dalam Mesin

Mesin pesawat jet beroperasi pada suhu yang sangat tinggi. Ketika partikel abu vulkanis masuk, material tersebut dapat mencair akibat panas.

Setelah itu, material dapat kembali mengeras dan menempel pada bagian-bagian penting mesin, termasuk komponen turbin.

Penumpukan material tersebut berpotensi mengganggu aliran udara dan kinerja mesin. Dalam situasi ekstrem, mesin dapat mengalami gangguan serius hingga kehilangan tenaga.

Mengganggu Instrumen Pesawat

Ancaman abu vulkanis tidak berhenti pada mesin. Partikel abu dapat merusak atau mengganggu sejumlah bagian lain pada pesawat, termasuk permukaan kaca kokpit dan sistem sensor.

Abu vulkanis juga berpotensi mengganggu sistem pitot yang digunakan untuk membantu memberikan informasi mengenai kecepatan pesawat.

Jika sistem tersebut terganggu, informasi kecepatan yang diterima pilot dapat menjadi tidak akurat. Kondisi ini tentu berbahaya, terutama ketika pesawat sedang berada dalam fase penting seperti lepas landas atau pendaratan.

Selain itu, sifat abrasif abu dapat mengikis permukaan pesawat dan mengurangi visibilitas melalui kaca kokpit.

Abu Vulkanis Tidak Selalu Mudah Terlihat

Salah satu alasan abu vulkanis menjadi ancaman serius adalah karena keberadaannya tidak selalu mudah dikenali oleh pilot.

Pada malam hari atau dalam kondisi cuaca tertentu, awan abu dapat sulit dibedakan dari awan biasa. Bahkan, FAA menyebut awan abu vulkanis tidak selalu muncul pada radar pesawat maupun radar pengatur lalu lintas udara.

Karena itu, pilot dan otoritas penerbangan mengandalkan informasi dari lembaga meteorologi, pusat pemantauan gunung api, laporan pilot, serta Volcanic Ash Advisory Centre atau VAAC untuk mengetahui posisi dan pergerakan awan abu.

Landasan Pacu Bisa Menjadi Berbahaya

Abu vulkanis tidak hanya berbahaya ketika pesawat berada di udara.

Jika abu jatuh dan menumpuk di area bandara, termasuk landasan pacu, pesawat juga dapat menghadapi masalah saat akan lepas landas maupun mendarat.

Lapisan abu, bahkan dalam jumlah yang tidak terlalu tebal, dapat memengaruhi daya cengkeram roda pesawat saat melakukan pengereman. Abu juga berpotensi kembali masuk ke dalam mesin.

Karena itu, pesawat yang berada di bandara terdampak abu vulkanis tidak serta-merta dapat kembali beroperasi begitu kondisi cuaca terlihat membaik. Pihak bandara dan maskapai perlu memastikan landasan, apron, serta area operasional lainnya berada dalam kondisi aman. (Far)

#Pesawat #Abu Vulkanis #Gunung Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya
Ratusan penerbangan ditunda di Bandara Soetta akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hari ini. Cek status penerbanganmu, info bus gratis, dan kompensasinya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati hingga Yogyakarta jadi alternatif.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Indonesia
Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami
Ragu mau nyeberang ke Sumatra atau Jawa hari ini? Cek dulu info penyeberangan Selat Sunda terbaru. BMKG pastikan rute aman dari potensi tsunami, meski ada abu vulkanik
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Dinamika Kegempaan Masih Tinggi
Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Dinamika Kegempaan Masih Tinggi
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Indonesia
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Hujan abu melanda? Jangan panik dan asal gosok kulit! Temukan cara melindungi kulit dari abu vulkanik lewat trik berpakaian dan skincare langsung dari dokter spesialis di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Indonesia
Arah Abu Anak Krakatau ke Jakarta dan Jawa Barat, Bisa Sampai Indramayu
Arah sebaran abu vulkanik kini terdeteksi menuju Jakarta dan Jawa Barat, bahkan bisa mencapai Indramayu dan perbatasan Cirebon
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Arah Abu Anak Krakatau ke Jakarta dan Jawa Barat, Bisa Sampai Indramayu
Indonesia
Daftar 7 Bandara yang Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ribuan Penerbangan Terdampak
Sebanyak 7 bandara ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Berikut ini adalah daftar lengkapnya.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Daftar 7 Bandara yang Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ribuan Penerbangan Terdampak
Indonesia
Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun
Gunung Anak Krakatau kembali memasuki fase letusan strombolian. Kenali ciri-ciri erupsi berenergi rendah dengan lontaran lava pijar ini berdasarkan penjelasan ahli dari Badan Geologi
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun
Indonesia
Bahaya Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Anak Krakatau Masih Mengintai
Badan Geologi menyatakan potensi letusan susulan Anak Krakatau masih cukup tinggi.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Bahaya Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Anak Krakatau Masih Mengintai
Bagikan