Merahputih.com - Insiden menegangkan menimpa pesawat Garuda GA604 rute penerbangan Jakarta-Makassar yang dikonfirmasi mengalami insiden Garuda Indonesia pecah ban pada roda utamanya saat masih berada di udara, Kamis 93/9) pagi.
Walaupun sempat memicu kepanikan, pesawat Boeing 737-800 ini akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin setelah pilot melakukan manuver go around demi alasan keselamatan.
Baca juga:
Garuda Indonesia Dipastikan Jadi Holding Penerbangan, Janjikan Bisa Kurangi Biaya Transportasi
Kejadian Garuda Indonesia pecah ban ini otomatis langsung mengaktifkan protokol siaga satu dari pihak pengelola bandara.
Tim penyelamat dan armada darurat langsung disiagakan penuh untuk menyambut penerbangan Jakarta-Makassar tersebut, guna memastikan seluruh rangkaian evakuasi penumpang berjalan aman tanpa hambatan begitu roda pendaratan menyentuh aspal lintasan.
Detik-Detik Ketegangan di Atas Langit Makassar

Sinyal bahaya pertama kali ditangkap oleh pihak bandara melalui laporan dari Tower AirNav Indonesia pada pukul 07.00 WITA. Mendapat peringatan dini soal kondisi teknis pesawat, tim darurat tidak mau ambil risiko.
Berbagai unit keselamatan langsung dikerahkan ke apron, mulai dari Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), kendaraan F1 dan F2, Nurse Tender, hingga armada pendukung lainnya.
Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengonfirmasi langsung insiden tersebut dan membeberkan bagaimana prosedur standar operasional (SOP) keselamatan dijalankan dengan sangat ketat.
Pesawat jenis Boeing 737-800 tersebut membawa 156 penumpang. Meski mengalami kendala teknis, pesawat berhasil mendarat dengan selamat setelah sebelumnya melakukan go around atau fly pass sebagai bagian dari prosedur keselamatan,
ungkap Lukman di Maros.
Penumpang Dievakuasi, Landasan Pacu Sempat Ditutup
Alih-alih langsung turun, pesawat GA604 sempat melakukan manuver berputar di udara (go around/fly pass) sebelum akhirnya berhasil mencium Runway 03 pada pukul 09.13 WITA dengan mulus. Begitu pesawat berhenti sempurna, petugas darurat langsung mengepung area untuk mengamankan lokasi.
Berikut adalah ringkasan fakta penanganan pasca-pendaratan darurat Garuda Indonesia:
-
Proses Evakuasi: Sebanyak 156 penumpang dijemput menggunakan empat unit bus menuju terminal. Evakuasi berjalan super tertib dan penumpang terakhir tercatat meninggalkan pesawat pada pukul 09.53 WITA.
-
Penutupan Runway: Demi alasan keamanan operasional, Runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin terpaksa ditutup sementara melalui sistem Notam dari pukul 09.30 hingga 10.30 WITA.
-
Pengecekan Teknis: Penutupan ini dilakukan untuk memberi waktu bagi tim teknis memindahkan pesawat ke parking stand dan membersihkan serta memeriksa kondisi landasan pacu.
Setelah area lintasan dinyatakan steril dan aman, penerbangan di bandara kembali beroperasi normal pada pukul 10.30 WITA.
Baca juga:
Garuda Indonesia Ubah Ketentuan Bagasi, Ini Aturannya dan Jangan Sampai Kelebihan
Sinergi kilat antara pihak bandara, AirNav, tim SAR, hingga Lanud Sultan Hasanuddin patut diacungi jempol dalam meredam potensi bahaya yang lebih besar.
Alhamdulillah, GA604 dapat mendarat dengan baik, seluruh penumpang dan awak dalam kondisi aman,
pungkas Lukman