MerahPutih.com - Kalangan lanjut usia di Bandung diperkirakan akan banyak yang tidak tervaksin COVID-19 karena sejumlah kendala, antara lain, komorbid atau penyakit penyerta. Dari target 206.046 orang lansia di Bandung, baru 111.317 orang (54 persen) yang tervaksinasi.
"Lansia masih kurang dibanding yang lainnya. Tapi menurut saya ini sudah cukup bagus mengingat mungkin banyak lansia yang tidak bisa tervaksinasi karena masalah kesehatan," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Rosye Arosdiani.
Baca Juga:
Kejar Target, Polda Metro Jaya bakal Vaksinasi Door to Door
Secara umum, jumlah warga Bandung yang telah menerima dosis pertama sebanyak 952.478 orang. Sementara untuk dosis kedua baru mencapai 553.033 atau 27,30 persen dari target sekira 1,9 juta. Untuk vaksinasi dosis ketiga (booster) khusus bagi tenaga kesehatan baru menyentuh angka 2.218 atau 0,11 persen dari 24 ribuan lebih SDM Kesehatan di Kota Bandung.
Sedangkan vaksinasi bagi remaja usia 12-17 tahun, kata dia, kini sudah mencapai angka 9,70 persen atau 23.89 orang.
"Karena memang baru (mulai). Usia 12-17 itu yang dikatakan remaja karena di atas 18 tahun masuknya ke masyarakat umum," tuturnya.
Selain itu, Rosye menerangkan, saat ini ibu hamil sudah mulai diperbolehkan mengikuti vaksinasi COVID-19. Syaratnya, usia kandungan ibu hamil harus di atas 12 minggu.
"Jadi minimal 13 minggu, sudah bisa mendapat vaksinasi baik di puskesmas atau faskes lainnya," tuturnya.
Rosye mengungkapkan, kasus COVID-19 di Kota Bandung saat ini sudah menurun dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Pada Juni-Juli lalu terjadi penambahan cukup signifikan. Per pekan mencapai di angka 2-3 ribu kasus. Sedangkan saat ini, bahkan untuk pertama kalinya terjadi penambahan kasus harian di bawah angka 100 kasus.
"Sampai akhirnya di Minggu ke-31 atau minggu kemarin kita mengalami penurunan yang cukup signifikan, dalam satu minggu 1.474 kasus itu jauh turun dibanding minggu-minggu sebelumnya," katanya.
Kondisi tersebut berdampak pada tingkat kesembuhan yang kian hari terus meningkat. Angka kematian pun cenderung semakin menurun. Tingkat kesembuhan dalam satu minggu mencapai 4.118 orang. Angka kematian yang pernah mencapai 200 kematian dalam sepekan, kini mulai turun.
"Minggu kemarin kematian ada 53 dalam seminggu, dimana minggu-minggu sebelumnya sempat di atas 200 kematian," terangnya.
Sedangkan untuk tingkat keterisian tempat tidur atau BOR (Bad Occupancy Rate) di Rumah Sakit semakin menurun, dari 2.187 tempat tidur (TT) yang tersedia, kini hanya terisi sebanyak 48.87 persen atau 1.025 TT.
"Ini tidak seluruhnya diisi oleh semua penduduk Kota Bandung, tetapi juga oleh warga luar," terangnya. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Rawan Terpapar COVID-19, Ratusan Ibu Hamil dan Menyusui di Solo Ikut Vaksinasi