Merahputih.com - Pemerintah kembali mengumumkan penambahan kasus harian, kesembuhan, dan angka kematian akibat COVID-19.
Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, pada Selasa (7/12) pukul 12.00 WIB, menunjukkan penambahan 261 kasus positif dalam 24 jam terakhir.
Dengan demikian, total kasus COVID-19 di Indonesia saat ini mencapai 4.258.076, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.
Baca Juga
Data yang sama menunjukkan penambahan kasus pasien sembuh. Dalam sehari, jumlahnya bertambah 420 orang. Total kasus sembuh dari COVID-19 saat ini tercatat 4.108.717.
Kendati demikian, Satgas melaporkan masih ada 17 pasien COVID-19 yang meninggal dunia dalam periode 6-7 Desember 2021. Penambahan itu membuat total kasus kematian mencapai 143.893 jiwa.
Selain itu, berdasarkan data Satgas, tercatat ada 5.466 kasus aktif COVID-19 di Tanah Air. Kasus aktif ialah pasien yang masih terkonfirmasi positif virus corona, dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri. Kemudian, terdapat 6.116 orang yang berstatus suspek.
Baca Juga:
PTM Timbulkan Klaster COVID-19 di Sekolah, Begini Reaksi Kemenkes
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, laju penularan COVID-19 dalam beberapa hari terakhir berada di titik rendah.
Nadia mengatakan, kasus COVID-19 mengalami penurunan antara 200-300 per hari. Sedangkan, kasus kematian COVID-19 rata-rata 10 orang.
"Jadi kalau kita lihat laju penularan sudah sangat rendah," kata Nadia dalam diskusi secara virtual, Selasa (7/12).
Nadia meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan lantaran varian Delta masih mendominasi dan sudah memiliki 23 mutasi.
"Artinya penting kita tidak lengah untuk protokol kesehatan tetap batasi mobilitas," ujarnya.
Baca Juga:
Angka Penambahan COVID-19 Konsisten Turun, Jokowi Curi Perhatian Biden
Nadia mengatakan, masuknya varian baru virus Corona AY.4.2 dan B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia bergantung pada perilaku masyarakat dalam menekan penularan COVID-19.
"Maka patuhi prokes dan segerakan vaksinasi COVID-19, kalau tak jalankan prokes dengan baik maka virus tidak akan menemukan hostnya untuk berkembang," pungkasnya. (Knu)