Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anies Disarankan Terapkan 'Lockdown' Tingkat RW Pasca Lebaran

Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2020

Merahputih.com - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menyarankan lebih baik Pemprov DKI fokus ke internal daripada mencegah orang masuk kembali ke Jakarta di tengah pandemi COVID-19 usai mudik.

"Misalnya karantina atau lockdown terbatas per kelurahan atau RW," jelas pengajar dari universitas Trisakti ini, Senin (4/5).

Baca Juga

Polisi bakal Tindak Travel Gelap yang Nekat Selundupkan Pemudik

Menurut Trubus, karantina terbatas di suatu wilayah kecil akan secara otomatis mengisolasi para pemudik. Penularan COVID-19 dari mobilitas penduduk pun berkurang.

Setelah itu, tinggal fokus ke masalah jaring pengaman sosial untuk penduduk yang tinggal di wilayah isolasi terbatas tersebut. Pemprov DKI Jakarta bisa menurunkan jajarannya secara fokus per wilayah kecil untuk memenuhi kebutuhan warga.

Ia berharap, pemerintah lebih baik fokus mengawasi akses pergerakan pemudik di jalan-jalan kecil atau jalan tikus selama masa larangan mudik mendatang.

Bentuk pengawasan di jalan-jalan tikus itu dapat dilakukan dengan menggandeng warga setempat. "Jalan darat ini sulit karena ada jalan tikus, jadi sarannya itu melakukan kebijakan PSM, peran serta masyarakat, jadi masyarakat RT, RW, itu dilibatkan semua membendung mereka yang mudik," kata Trubus.

Sejumlah kendaraan melintas di perbatasan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jawa Tengah di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (28/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pras
Sejumlah kendaraan melintas di perbatasan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jawa Tengah di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (28/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pras

Trubus menuturkan, masyarakat setempat perlu dilibatkan karena mereka mengetahui seluk-beluk jalan tikus di wilayahnya.

Mereka juga dapat mengidentifikasi mana pengendara yang warga setempat atau pemudik. "Jalan tikus kan RT dan RW itu tahu di daerah tempat-tempatnya, jalan tikus itu dipalang pakai bambu supaya mereka (pemudik) tidak bisa lewat," ujar Trubus.

Ia menambahkan, pemerintah juga harus bersinergi dengan kepala desa hingga tingkat RT dan RW untuk memastikan masyarakat yang sudah terlanjur mudik menjalankan karantina.

"Para kepala daerah melakukan sinergitas diminta kerja samanya untuk menghalau yang nekat mudik, saya yakin di Jawa Barat dan Jawa Tengah sudah membuat aturan-aturan yang mempersulit orang mudik atau pulang kampung," kata Trubus.

Baca Juga

Polri Sebut Masyarakat Salahartikan Larangan Mudik

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggodok regulasi pelengkap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang akan membatasi pergerakan orang masuk ke Ibu Kota setelah lebaran.

Menurut Anies, regulasi ini merupakan cara untuk membatasi penularan Covid-19 dari mobilitas penduduk. Sehingga, warga Jakarta yang masih nekat mudik akan berpikir dua kali, sebab nantinya sulit untuk masuk kembali ke Jakarta. (Knu)

Baca Artikel Asli