MerahPutih.com - Pasca direvitalisasi Pabrik Gula Asembagus Situbondo, Jawa Timur, belum juga beroperasi. Hal itu membuat sejumlah anggota Komisi II DPRD Situbondo beraudiens dengan Komisi IV DPR.
Anggota Komisi II DPRD Situbondo dari Fraksi PPP, H. Abd. Syakur Jalil mengatakan bahwa pengoperasian PG Asembagus milik PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) pasca direvitalisasi ini belum berjalan dengan optimal. Hal tersebut terbukti dengan dimundurkannya jadwal giling tebu dari jadwal yang sudah ditetapkan.
Menurut dia, seharusnya awal giling PG Asembagus dilakukan pada bulan Juni, namun, karena mesin penggiling tebu mengalami kendala teknis (Mesin Macet), PG Asembagus pun memundurkan jadwal operasinya.
BACA JUGA: Wisata Kelam, Destinasi dengan Sejarah yang Mematikan nan Mengerikan
Lantaran PG Asembagus masih mengalami kendala teknis dan belum bisa beroperasi secara maksimal, Faisol pun menyarankan agar pengoperasian PG Asembagus untuk tahun 2019 ini ditinjau ulang.
"(Sebenarnya) Bahan baku petani juga sudah mulai di kumpulkan di PG Asembagus. Namun demikian oleh karena ada beberapa hal teknis. Pabriknya macet. jadi terpaksa tebu petani yang sudah ditando di PG asembagus terpaksa dibeli. Namun karena mungkin ada beberapa tebu petani yang tak tergiling akhirnya tebu petani dipindah lagi ke PG asembagus," kata wakil rakyat yang akrab disapa Faisol saat berkonsultasi dengan Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR,Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).
Menurutnya, bulan Juli sampai Oktober waktu yang baik untuk menggiling. Karena oktober sudah masuk hujan. kalau sudah masuk hujan kan rendemennya turun. Jadi, kalau memang tidak ada kejelasan untuk menggiling dengan optimal maka sebaiknya di stop saja.
"Lebih baik ready di tahun 2020. sekalian supaya petani tidak berharap (mengirim tebu masak ke PG Asembagus) karena petani sudah memindahkan seluruh tebunya ke Pabrik Sesaudara. masih satu PTPN," ujarnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan pun mengapresiasi dan langsung menindaklanjuti temuan-temuan tersebut dengan berkordinasi ke pihak Kementerian BUMN, Dirut PTPN XI dan GM PG Asembagus.
Nasim Khan menyampaikan bahwa adanya kendala di pabrik PG Asembagus, lantaran proses revitalisasi belum berjalan secara maksimal. untuk itu, perlu waktu yang cukup untuk mensinkronkan dan memahami cara kerja dan kekuataan mesin - mesin penggilingan baru tersebut.
"Mesin dari luar. Perlu ada sinkronisasi perlu ada pengecekan. Perlu sabar. Karena ini dsri kapasitas 3000 Ton Cane Per Day (TCD) menjadi 6000 TCD. Kalau (sinkronisasi) ini selesai. Insya alloh menjadi sesuatu yang baik untuk Pabrik Gula dan juga para petani," ujar dia.
Anggota Fraksi PKB itu juga berharap agar semua pihak saling bahu membahu memaksimalkan revitalisasi PG Asembagus.
BACA JUGA: Pabrik Semen Rusak Mata Air, Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul Desak Peninjauan Ulang Izin
"Saya berharap baik DPR RI, Kementerian BUMN, PTPN dan juga GM Pabrik Gula nya benar- benar memaksimalkan revitalisasi ini dengan baik. untuk temen-teman yang berada di pemerintah kabupaten juga berjuang, bagaimana menata area lahan lebih maksimal termasuk juga petani agar bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik," ujarnya. (*)