Ancaman Kerusakan Candi Borobudur Bayangi Aksi Bela Rohingya

Selasa, 05 September 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Ribuan orang dari organisasi massa Islam akan meramaikan Aksi Bela Rohingya di depan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah Jumat (8/9) nanti. Arkeolog mengharapkan aksi solidaritas untuk Rohingya yang diikuti ribuan orang tidak digelar di area benda cagar budaya yang ditetapkan sebagai warisan dunia itu.

Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, Wahyu Astuti mengatakan aksi ini akan merusak batuan dan stupa (patung) di candi. Pasalnya jika ribuan orang beramai-ramai naik ke atas candi dikhawatirkan bisa membuat retak batuan candi.

“Kalau mereka hanya naik saja dan tidak anarkis, ditakutkan batuan candi bisa retak atau pecah,” ujar Wahyu melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa (5/10).

Selain itu masa dikhawatirkan akan mencoret-coret dinding candi dan merusak stupa yang ada. Jika masa bertindak anarkis, lanjut Wahyu bisa saja mereka mencopot stupa atau mengambilnya. Kejadian ini menurutnya pernah terjadi di tahun 1980 an di mana saat itu ada demo yang berakhir anarkis. Pendemo melempari candi dengan bom sehingga beberapa stupa dan batu candi pecah.

“Tahun 80-an pernah ada demo lempar bom. Stupa pecah dan potol (terpotong) Jangan sampailah ada demo di Candi Borobudur. Kepolisian juga sudah melarang adanya aksi itu,” ujarnya.

Sementara arkeolog dan staf pengajar arkeologi dari UGM, Jujun Kurniawan mengatakan batuan Candi Borobudur bisa bertambah tipis jika dilewati ribuan orang dalam sekali waktu. Walau Batu Candi Borobudur kuat dan kokoh, namun strukturnya mudah terkikis jika diinjak oleh ribuan orang.

“Kalau ribuan orang naik sekaligus bisa menambah tingkat Ke”ausan” Batuannya. Sekarang saja di tangga naik candi dipasang kayu di atasnya. Tujuannya untuk mengurangi supaya tidak cepat “aus”. Kalau aus, batu akan jadi tipis dan rapuh,” jelasnya.

Namun menurutnya batuan candi tidak akan rubuh saat dinaiki ribuan orang sekaligus. Ia khawatir para pendemo akan meninggalkan banyak sampah di area candi yang bisa menghambat air hujan dan menimbulkan banjir.

Kepolisian Resort Kabupaten Magelang menegaskan tidak akan mengizinkan adanya aksi demo di sekitar Candi Borobudur. Pasalnya Candi Borobudur adalah warisan peninggalan budaya Nasional dan Dunia yang dilindungi dan harus dijaga kelestariannya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor Merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Kawasan Cagar Budaya Terlarang untuk Aksi Unjuk Rasa

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan