Kawasan Cagar Budaya Terlarang untuk Aksi Unjuk Rasa
Candi Borobudur. (ANTARA/Anis Efizudin)
MerahPutih.com - Aksi solidaritas bagi etnis Rohingya yang akan diikuti ribuan umat muslim dari ratusan ormas dari seluruh Indonesia, terutama Jateng dan DI Yogyakarta, terbentur masalah perizinan. Pihak kepolisian setempat tidak akan memberikan izin keramaian karena kawasan candi merupakan situs bersejarah warisan dunia yang dilindungi.
Kapolres Kabupaten Magelang AKBP Hendarsono mengatakan pihaknya tidak akan memberi izin kegiatan aksi bela Rohingya. Pasalnya, Candi Budha terbesar di dunia ini adalah warisan budaya Indonesia dan dunia yang dilindungi.
Menurut Hendarso segala kegiatan yang dikhawatirkan bisa merusak kelestarian candi tidak diperbolehkan.
"Kepolisian tidak akan memberikan izin. Tidak boleh ada aksi di situ. Kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk menggelar aksi," katanya kepada awak media, Senin (4/8).
Sementara itu kordinator aksi Anang Imamuddin menjelaskan aksi damai ini akan digelar seperti aksi bela Islam di Jakarta beberapa lalu. Ia menegaskan aksi akan dilakukan tanpa kekerasan dan keributan.
"Kami tegaskan ini aksi damai. kami tetap akan menjaga benda budaya yang dilindungi itu. Kami sampaikan pesan di luar kompleks candi, bukan di dalam," ujarnya ketika dihubungi dari Yogyakarta.
Menurut rencana, aksi solidaritas #saverohingya akan dilangsungkan di kawasan Candi Borobudur pada Jumat (8/8) siang. Aksi #SaveRohingya di Candi Borobudur akan dimulai usai salat Jumat berjamaah di masjid dekat Candi Borobudur. Kemudian massa yang mengenakan baju serba putih akan melakukan long march ke Candi Borobudur.
"Lalu kami menyampaikan pesan kepada dunia untuk menghentikan pembunuhan masal umat islam Rohingya di Myanmar serta untuk terus menjaga kedamaian di depan kompleks Candi Borobudur," jelas Anang.
Menurut Anang, Candi Borobudur dipilih sebagai tempat aksi karena candi ini adalah simbol keharmonisan antar umat beragama di Indonesia.
"Kami mau kasih lihat ke dunia untuk mencontoh keharmonisan di Indonesia. Candi Borobudur ini contohnya. Walau milik umat Budha. Tapi masyarakat sekitar yang beragama muslim tetap menjaganya," tutur dia. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Borobudur Tambah Kuota Wisatawan dari 1.200 Jadi 4.000 Sehari Jadi Sorotan Parlemen
Prabowo-Macron Nanjak Borobudur Pakai 'Stair Lift', Endingnya Presiden Prancis Sentuh Patung Buddha
Di Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya
Ahli Arkeologi Khawatir Pemasangan Stairlift di Candi Borobudur, Bisa Rusak Struktur Candi
PPDI Sebut belum Dilibatkan dalam Pembahasan Pembangunan Chairlift di Candi Borobudur
PPDI Sambut Baik Wacana Pemasangan Chairlift di Candi Borobudur, tapi Berikan Sejumlah Catatan
Stair Lift Diklaim tak Rusak Candi Borobudur, Pengelola Sebut Lazim Digunakan di Situs Dunia
Dibangun untuk Mudahkan Emmanuel Macron dan Prabowo Naik ke Atas, Stair Lift Diyakini Tak Merusak Candi Borobudur
Fadli Zon Klaim Chair Lift Borobudur dari Kayu Aman Tidak Merusak Situs