Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Amerika Bersiap Rebut Kendali Selat Hormuz

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Maret 2026

MerahPutih.com - Setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum selama 48 jam kepada Iran dan mengancam akan menyerang pembangkit listrik jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya.

Namun, tenggat waktu ultimatum itu diperpanjang dengan alasan adanya negosiasi, kini ultimatum dikeluarkan Kembali AS.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan pada akhirnya Washington akan merebut lagi kendali atas Selat Hormuz dan memulihkan kebebasan navigasi.

"Seiring waktu, Amerika Serikat akan merebut kembali kendali atas selat tersebut dan akan ada kebebasan navigasi, baik melalui pengawalan oleh Amerika maupun multinasional," kata Bessent kepada Fox News.

Baca juga:

2 Kapal Pertamina Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz, Begini Penjelasan Kementerian ESDM

Dikutip Antara, terkait potensi keterlibatan kelompok Houthi di Yaman dan situasi di Laut Merah, Bessent menganggap enteng kekhawatiran tersebut dengan mengatakan bahwa Houthi telah dalam kondisi "sangat tenang".

Selat Hormuz telah mengalami gangguan secara efektif sejak awal Maret, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap harinya atau sekitar 20 persen dari pasokan global.

Blokade selat itu telah mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran akan gangguan ekonomi yang berkepanjangan.

Serangan Amerika dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026 dan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei. Iran juga membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS, termasuk blockade Selat Hormuz yang digunakan buat pengiriman minyak dan gas dan logistik lainnya.

Baca Artikel Asli