MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan militer terhadap Iran pada pekan depan jika Teheran tidak bersedia kembali ke meja perundingan. Trump menyebut serangan itu akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (15/7), Trump mengatakan serangan terhadap infrastruktur penting Iran akan dilakukan apabila tidak ada kemajuan dalam negosiasi.
"Pekan depan akan menjadi sangat buruk bagi mereka karena pekan depan giliran pembangkit listrik. Pekan depan giliran jembatan. Kami akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka. Kami akan menghancurkan semua jembatan mereka kecuali mereka mau duduk di meja perundingan dan bernegosiasi," lanjutnya.
Baca juga:
Trump Dikabarkan Setujui Serangan ke Bandara Yaman, Sasar Pimpinan Hauthi Balik dari Iran
Pernyataan Trump disampaikan ketika pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari keempat berturut-turut. Selain itu, Trump juga kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku pada 17 Juni antarkedua pihak kini praktis telah runtuh. Ketegangan kini berpusat pada perebutan kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Saat ditanya berapa lama operasi militer AS akan terus berlangsung, Trump tak memberi kepastian.
“Serangan akan terus berlanjut sampai saya mengatakan sudah cukup,” tegasnya.(dwi)
Baca juga:
Baku Tembak Terbaru Rudal AS Vs Iran di Selat Hormuz, Bandar Abbas Membara

