Merahputih.com - Hubungan antara AC Milan dan Rafael Leao mencapai titik didih dan terancam di ambang kehancuran pasca bergulirnya Piala Dunia 2026.
Manajemen Rossoneri secara terbuka menyatakan kekecewaan mendalam atas kontribusi minim sang pemain sepanjang membela Timnas Portugal. Ketegangan internal ini makin memuncak setelah Leao melakukan aksi sepihak di media sosial pribadi miliknya.
Baca juga:
AC Milan Siap Tumbalkan Rafael Leao Demi Angkut Bintang Terbuang Manchester City Phil Foden
Laporan eksklusif Calciomercato.com mengonfirmasi runtuhnya keharmonisan kedua belah pihak sejak beberapa bulan belakangan.
Langkah drastis sang pemain menghapus nama AC Milan dari biodata profil Instagram miliknya mempertegas keretakan tersebut, menyisakan hanya nama merek pribadi serta Timnas Portugal.
Pihak AC Milan mengharapkan Rafael Leao tampil lebih dominan guna mendongkrak nilai pasar sang pemain pada bursa transfer,
tulis Calciomercato.
Kegagalan Rencana Penjualan Triliunan Rupiah
Manajemen klub awalnya merancang turnamen akbar ini sebagai panggung etalase untuk memicu perang harga dari klub-klub peminat.
AC Milan mematok harga jual sang pemain sebesar 60 juta euro atau setara dengan Rp1,02 triliun. Namun, minimnya menit bermain dari pelatih Portugal, Roberto Martinez, merusak seluruh rencana bisnis klub pemegang tujuh gelar Liga Champions tersebut.

Rincian statistik serta poin data perjalanan Rafael Leao:
-
Banderol Penjualan Klub: Manajemen mematok harga pelepasan sebesar Rp1,02 triliun (60 juta euro).
-
Keputusan Taktis Pelatih: Roberto Martinez lebih memprioritaskan Joao Felix dan Pedro Neto mengisi lini serang utama.
-
Status Bermain: Mengawali hampir seluruh pertandingan dari bangku cadangan tim nasional.
-
Kontribusi Gol: Mencetak satu gol saat Portugal bersua Uzbekistan pada babak penyisihan grup.
-
Aksi Penyelamat: Menyumbang satu assist krusial dalam kemenangan 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar.
-
Laga Terakhir: Kembali mendiami bangku cadangan saat Portugal takluk dari Spanyol pada babak 16 besar.
Sinyal Kuat Angkat Kaki dari San Siro
Performa minim kontribusi tersebut dinilai gagal menarik minat klub-klub kaya Eropa untuk menyodorkan tawaran resmi.
Situasi ini memicu rasa frustrasi di kubu Casa Milan karena nilai jual sang pemain berpotensi merosot tajam. Musim kompetisi kali ini pun dicap sebagai salah satu periode terburuk sepanjang karier sang penyerang di Italia.
Baca juga:
Mario Gila Menggila Saat Jadi Jenderal Pertahanan AC Milan di Game Internal
Aksi penghapusan atribut klub di dunia maya menjadi pesan kuat bahwa masa depan sang pemain di San Siro segera berakhir. A
gen Leao kabarnya mulai menjajaki komunikasi dengan sejumlah klub peminat guna mencari jalan keluar terbaik pada bursa transfer mendatang. Publik San Siro kini bersiap menyaksikan kepergian salah satu talenta berbakat mereka dengan skema transfer penuh drama.

