Merahputih.com - Jelang laga krusial Real Madrid vs Inter Milan di ajang Liga Champions, obrolan seputar Kylian Mbappe dan AC Milan kembali memanas setelah sang mega bintang terang-terangan mengakui kecintaannya pada klub raksasa Italia tersebut.
Pengakuan jujur Kylian Mbappe sebagai fans AC Milan ini tentu saja langsung mencuri perhatian, apalagi karena ia akan segera berhadapan dengan rival abadi mereka, Inter Milan.
Pertandingan Mbappe vs Inter Milan kali ini bukan sekadar urusan profesional di atas lapangan, tapi juga menjadi ajang pembuktian gengsi bagi seorang Milanisti sejak kecil.
Baca juga:
Peran Baru Zlatan Ibrahimovic di AC Milan Terbongkar, Tak Lagi Jadi 'Bos' di San Siro
Bukan rahasia lagi kalau nama besar sepak bola Prancis ini sering kali dikaitkan dengan Rossoneri sebagai bahan candaan di bursa transfer.
Foto-foto masa kecilnya yang bangga memakai jersey merah-hitam sudah sering seliweran, dan uniknya, Mbappe sama sekali nggak pernah menutupi fakta tersebut.
Apalagi dengan jadwal Liga Champions yang mempertemukan timnya dengan Nerazzurri besok, wajar kalau para jurnalis langsung mencecar pertanyaan soal peluangnya bikin gigit jari klub tetangga Milan tersebut.
Respek untuk Inter Milan dan Duel Melawan Sahabat

Menukil dari wawancaranya bersama Sky Sport via MilanNews, striker tajam yang kini merumput di Madrid ini memberikan pandangan menarik tentang laga kontra Inter. Meski jadi penggemar berat Il Diavolo Rosso, ia tetap menaruh respek tinggi buat calon lawannya.
Saya jelas lebih mendukung AC Milan... Tapi Inter adalah lawan yang pantas mendapat rasa hormat yang besar. Mereka adalah tim yang sangat berkualitas,
puji Mbappe.
Laga ini juga bakal jadi ajang reuni di lapangan karena ia akan berhadapan dengan kompatriotnya di timnas.
"Ketika saya melihat hasil undian, pikiran saya langsung tertuju pada Marcus Thuram, karena kami berteman sangat baik. Tapi mereka juga punya Lautaro Martinez, striker yang mampu membuat perbedaan. Tentu saja, saya harap dia tidak melakukannya di pertandingan ini," canda Mbappe.
Pujian untuk Jose Mourinho dan Ambisi Ballon d'Or
Menariknya, di sela-sela wawancara, Mbappe juga menyinggung bagaimana tangan dingin Jose Mourinho membawa pengaruh besar bagi tim saat ini.
"Mourinho? Dia seorang motivator hebat, menularkan pengalaman panjang kariernya ke dalam grup ini. Merupakan sebuah kehormatan dan keistimewaan bisa dilatih olehnya. Kami semua bersatu, sama seperti tahun lalu, meski sayangnya hasil akhir terkadang tidak datang sesuai harapan," ungkapnya.
Ia bahkan mengaitkan kerasnya kompetisi sepak bola dengan kegagalan Timnas Prancis baru-baru ini. Mbappe mengingatkan bahwa ambisi besar pun bisa terpeleset, seperti saat Prancis gagal menembus final Piala Dunia.
Namun, mengesampingkan kegagalan masa lalu, Mbappe dengan percaya diri menunjukkan rasa laparnya akan gelar prestisius individu, yakni Ballon d'Or.
"Ballon d'Or adalah penghargaan bergengsi yang diidamkan setiap pesepak bola. Orang-orang sering bertanya apakah giliran saya akan tiba kali ini, bahkan saat saya sedang berjalan di jalanan Madrid. Ada juga yang menganggap saya yang terbaik di dunia saat ini... Saya rasa ini adalah tahun yang bagus untuk memenangkannya, tapi saya tidak tahu apakah hasil voting nanti akan sependapat dengan saya," tutupnya.
Baca juga:
Real Madrid vs Inter Milan: Reuni Emosional Mourinho dan Misi Kebangkitan Los Blancos
Bagi para Milanisti, melihat pemain sekelas Mbappe menjebol gawang Inter Milan besok malam jelas bakal jadi hiburan tersendiri.
Dan siapa tahu, mimpi melihat sang bintang sungguhan mengenakan seragam kebesaran merah-hitam suatu hari nanti bukan cuma sekadar angan-angan.