MerahPutih.com - Amerika Serikat telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran, terutama di tengah prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa militer AS telah melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal yang menuju Pulau Kharg di Iran karena dianggap melanggar blokade AS.
Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengamati kapal tanker M/T Belma berbendera Curaçao melintasi perairan internasional menuju Pulau Kharg. Kapal komersial tersebut mengabaikan beberapa peringatan saat mencoba melanggar blokade AS,
tulis CENTCOM di X. "Sebuah pesawat AS melumpuhkan kapal tersebut setelah menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal. Kapal tersebut tidak lagi dalam perjalanan menuju Iran," ungkapnya.
Penghentian Perjanjian Damai
Sementara itu, sebanyak 180 anggota parlemen Iran mendesak para pemimpin negara tersebut untuk mengumumkan pembatalan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat.
Dari laporan Kantor Berita Fars, Ratusan anggota parlemen Iran mengeluarkan pernyataan yang menyerukan tindakan balasan, pembatalan memorandum dengan AS, pembentukan komisi khusus untuk menyelidiki negosiasi dengan AS, pengesahan undang-undang mengenai pengelolaan Selat Hormuz, serta pemberian dukungan komprehensif kepada angkatan bersenjata Iran, demikian laporan kantor berita itu pada Selasa (14/7).
Pada 18 Juni, AS dan Iran telah menandatangani sebuah nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Namun, pada 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran.

