BUKAN hanya hewan, tanaman juga terancam punah. Menurut penelitian yang melibatkan 200 ilmuwan dari 42 negara, dua perlima tanaman dunia terancam punah akibat kehancuran alam. Bahkan, banyak dari tanaman tersebut belum sempat dinamakan oleh para ilmuwan.
"Kita saat ini hidup di era kepunahan, ini sangat mengkhawatirkan dan memiliki kebutuhan mendesak untuk tindakan," ucap Alexandre Antonelli, direktur sains di Royal Botanic Gardens (RBG) kepada BBC.
Baca juga:
Jangan dianggap sepele, tanaman-tanaman tersebut adalah "peti harta karun" makanan, obat-obatan, dan biofuel yang belum dimanfaatkan. Tanaman-tanaman juga dapat mengatasi banyak tantangan terbesar umat manusia.
Menurut The Guardian, laporan tersebut menyatakan tanaman-tanaman tersebut berpotensi untuk menjadi pengobatan untuk virus corona dan mikroba pandemi lainnya.
Seperti penemuan 4.000 spesies tanaman dan fungi pada 2019. Saat itu ditemukan enam spesies Allium di Eropa dan Tiongkok, kelompok yang sama dengan bawang merah dan bawang putih, 10 kerabat bayam di California dan dua kerabat liar ubi kayu.
Antonelli menegaskan manusia tidak akan bisa bertahan tanpa tumbuhan dan fungi, semua kehidupan bergantung pada mereka. "Setiap kita kehilangan satu spesies, kita kehilangan sebuah kesempatan untuk umat manusia," ujarnya.
Baca juga:
Tidak hanya berdampak pada manusia, jika tanaman punah, akan mengakibatkan kepunahan organisme, yang bergantung pada tanaman untuk makanan dan bertelur.
Nature holds the answers to humanity’s biggest questions, but biodiversity loss could prevent us from finding them. Our landmark State of the World’s Plants and Fungi report reveals all: https://t.co/rMXg8ib4tS #SOTWPF pic.twitter.com/CG8MqQzGzp
— Kew Gardens (@kewgardens) September 30, 2020
"Intinya, kepunahan tanaman adalah kabar buruk bagi semua spesies di dunia," ucap Eimear Nic Lughadha, ilmuwan konservasi di Royal Botanic Gardens, Kew, dikutip dari BBC.
Sebelumnya, perkiraan risiko kepunahan sebanyak 21 persen pada 2016. Namun kali ini para ilmuwan memperkirakan risiko kepunahan mungkin jauh lebih tinggi, yaitu 140.000, atau 39,4% tanaman vaskular diperkirakan terancam punah.
Walau begitu, ada kabar baik dari kesuraman ini. Para peneliti menemukan lebih dari 7.000 spesies tanaman yang dapat dimakan dan digunakan di masa depan untuk mengamankan sistem pangan kita.
Makanan tersebut termasuk kacang morama dari Afrika Selatan yang tahan kekeringan. Kacang ini rasanya seperti kacang mete saat dipanggang. Lalu ada spesies buah pandan yang tumbuh dari Hawaii hingga Filipina.
Ditambah lagi, ada sekitar 2.500 tanaman yang dapat memberikan energi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Sementara ada enam tanaman, jagung, tebu, kedelai, minyak sawit, lobak, dan gandum yang menghasilkan sebagian besar bahan bakar nabati.
Tanpa tindakan yang baik, penemuan ini akan sia-sia. Ilmuwan menyerukan agar penilaian risiko dilacak dengan cepat dan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan. Mereka juga berharap akan selalu ada dana untuk konservasi tanaman. (lev)
Baca juga: