MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah tegas dengan mendesak digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB menyusul gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Serangan yang dilakukan Israel tersebut telah melanggar hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), khususnya Resolusi 1701. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia harus segera mendesak digelarnya sidang darurat DK PBB untuk membahas pelanggaran ini dan memastikan adanya pertanggungjawaban,” ujar Oleh Soleh, dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Selain itu, Oleh Soleh juga meminta pemerintah untuk mempertimbangkan penarikan pasukan TNI yang saat ini masih bertugas di Lebanon. Langkah ini dinilai penting guna menjamin keselamatan prajurit Indonesia yang berada di wilayah konflik.
“Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan perdamaian di wilayah tersebut,” ujarnya.
Baca juga:
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Beri Penghormatan Tertinggi
Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi perdamaian dunia harus tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan terhadap personel, sekaligus memastikan setiap pelanggaran hukum internasional mendapat respons tegas dari komunitas global.
Seperti diberitakan, serangan pertama terhadap pasukan perdamaian terjadi pada Senin (30/3) pagi di wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan. Saat itu, markas UNIFIL terkena ledakan proyektil di tengah situasi saling serang antara militer Israel dan Hizbullah.
Insiden tersebut menewaskan satu prajurit TNI dan melukai tiga lainnya. Salah satu korban luka bahkan dilaporkan dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif.
Baca juga:
Kemenlu Didesak Lebih Keras Bersuara Terkait 3 Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Israel
Tak lama berselang, insiden kedua kembali terjadi di wilayah Bani Haiyyan. Sebuah kendaraan milik UNIFIL hancur akibat ledakan.
Dalam kejadian ini, dua prajurit Indonesia gugur, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Rangkaian serangan ini semakin mempertegas tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di kawasan konflik, sekaligus mendorong desakan agar pemerintah segera mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas di tingkat internasional. (Pon)