MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Iran telah memiliki senjata nuklir dan negara-negara lain di Timur Tengah berpotensi mengikuti langkah serupa.
Menurut Dave, Senin (3/8), pidato Presiden perlu dipahami secara menyeluruh dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, bukan hanya dipandang dari isu kepemilikan senjata nuklir semata.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan bahwa inti pesan yang disampaikan Presiden Prabowo adalah mengingatkan dunia mengenai bahaya perlombaan senjata serta pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur dialog dan diplomasi.
Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya mencegah eskalasi konflik dan menjaga perdamaian melalui pendekatan dialog dan diplomasi,
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.
Indonesia Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Dave menegaskan Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif.
Melalui prinsip tersebut, Indonesia secara konsisten mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai, penghormatan terhadap hukum internasional, serta kerja sama yang saling menghormati antarnegara.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi fondasi Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh mitra internasional sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas kawasan dan perdamaian global.
Baca juga:
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran
Isu Nuklir Harus Berdasarkan Fakta dan Mekanisme Internasional
Dave juga mengingatkan bahwa isu senjata nuklir merupakan persoalan yang sangat sensitif.
Karena itu, setiap informasi maupun perkembangan terkait program nuklir harus mengacu pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan serta mekanisme internasional yang berlaku.
Ia menilai respons terhadap dinamika geopolitik perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak memicu salah tafsir maupun memperbesar ketegangan yang sedang berlangsung.
Setiap perkembangan situasi keamanan, dinamika geopolitik, maupun isu terkait program nuklir di kawasan perlu direspons secara bijaksana agar tidak memicu kesalahpahaman, memperbesar ketegangan, ataupun menghambat upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi,
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.
Dave memastikan Komisi I DPR mendukung langkah pemerintah untuk terus mengedepankan diplomasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan internasional.
Menurutnya, Indonesia akan terus memainkan peran aktif dalam mendorong perdamaian, menjaga stabilitas kawasan, serta memperkuat kerja sama internasional sesuai amanat politik luar negeri bebas aktif. (Pon)

