Zulhas Ajak PKS Kolaborasi Termasuk dalam Pilpres
Logo Partai Amanat Nasional (PAN). ANTARA/HO
MerahPutih.com - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang hanya diikuti oleh dua pasang calon presiden dinilai membuat atmosfer politik Indonesia menjadi negatif dan tidak produktif.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengajak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk ikut berkolaborasi termasuk dalam ajang kontestasi Pilpres 2024.
"Karena Pilpres hanya dua pasang, para pendukung mati-matian mendukung kandidatnya. Oleh karena itu, kami mencoba membuat koalisi, maksudnya mudah-mudahan PKS bisa bersama-sama," kata Zulkifli dalam acara puncak Milad Ke-20 PKS, di Jakarta, Minggu (29/5).
Baca Juga:
Milad Ke-20 PKS, Syaikhu Ajak Semua Pihak Kolaborasi
Pria yang karib disapa Zulhas ini mengatakan, koalisi tersebut dibuat dengan maksud memunculkan lebih dari dua pasang kandidat capres saat Pilpres 2024 mendatang.
"Maksudnya calonnya jangan dua lagi Pilpres besok, kalo bisa tiga lah, syukur syukur bisa lebih. Ini untuk mengurangi apa yang kita alami hari hari ini, dengan atmosfer yang pengap dan tidak produktif itu," ujarnya.
Baca Juga:
Anies Baswedan Diteriaki "Presiden" saat Hadiri Milad Ke-20 PKS
Lebih lanjut Zulhas menambahkan, negara besar adalah negara yang bisa melakukan kolaborasi, salah satunya dalam mengikuti kontestasi politik.
"Negara yang besar, kalau kata Presiden PKS (Ahmad Syaikhu), hanya bisa maju menjadi negara yang besar jika kita kolaborasi bersama-sama," pungkasnya. (Pon)
Baca Juga:
PKS Siapkan Anggota DPR Buat Bertarung di Pilkada Aceh
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Pemerintah Indonesia Diminta Perjuangkan Pemasukan Palestina ke Aliansi Perdamaian Bentukkan Donald Trump
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
PKS Ngotot Minta Pemprov Jakarta Jual Saham Bir, Ungkit Janji Kampanye Gubernur
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Dianggap Pencitraan saat Panggul Beras, Zulhas Santai Tanggapi Hujatan Netizen
Dihujat Pencitraan Saat Bencana, Zulhas: 1 Karung Beras pun Penting
Subsidi Pangan Dipangkas Rp 300 Miliar, Lukmanul Hakim Kritik Pemprov DKI
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya