YOUTUBE mengambil langkah tegas untuk meminimalisir penyebaran hoaks tentang pemilu meluas ke sengketa hasil. Layanan video milik Google tersebut, telah mulai menghapus konten yang diupload mulai 9 Desember dan seterusnya.
Seperti yang dilansir dari laman engadget, video yang dihapus ialah video yang menuduh bahwa pemilu merupakan penipuan, yang bisa mengubah hasil pemilihan presiden AS 2020.
Baca Juga:
YouTube Peringatkan Pengguna Tetap Sopan Berkomentar Sebelum Memposting
Negara bagian telah mengesahkan hasil, dan 8 desember 2020 merupakan waktu safe harbour untuk pemilihan. Dalam Pilpres AS, Joe Biden merupakan Presiden AS terpilih. Karena itu, sejauh menyangkut urusan pemerintah, maka Youtube akan bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku.
YouTube akan mencocokan video dengan memperbarui panel verifikasi informasi pemilu dengan tautan laman kantor pendaftaran federal, yang mengonfirmasi kemenangan Biden.
Selain itu, masih akan ada link ke halaman Cybersecurity and Infrastructure Security Agency yang menyanggah klaim integritas pemilu yang salah.
Seperti yang dikutip dari laman engadget, YouTube akan mengandalkan panel informasinya untuk menantang klaim dan konten yang diposting sebelum tanggal 9 Desember 2020.
Pada postingan blog resminya yang merinci langkah terbaru, YouTube mengatakan sudah melarang konten yang mengklaim hoaks tentang pemilu, dalam pemilihan Presiden AS.
Baca Juga:
Seorang YouTuber Sengaja Bakar Mobil Seharga Rp2,3 Miliar, Ini Alasannya
Tak hanya itu, sebelumnya YouTube juga melarang konten yang mengandung unsur 'pandangan kontroversial' pada penghitungan suara, disaat penghitungan masih berlangsung.
YouTube meklaim bahwa upaya anti-hoaks selama pemilu sangat efektif. Terbukti YouTube telah melarang lebih dari 8.000 saluran dan ribuan video karena klaim 'berbahaya dan menyesatkan' sejak September, dengan lebih dari 77 persen video ditarik sebelum mencapai 100 penayangan. Panel verifikasi informasi juga telah diaktifkan lebih dari 200.000 kali sejak pemilu 3 November.
Kebijakan itu mungkin tidak menyenangkan bagi orang-orang ynag bersikeras bahwa pemilu tersebut curang. Namun, YouTube jelas merasa memiliki pertahanan yang kuat, karena ini mengacu pada informasi resmi yang diperkirakan tidak akan berubah pada pelantikan tanggal 20 Januari 2021 mendatang. (Ryn)
Baca Juga: