KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan latar belakang usulan penambahan klausul terkait kewajiban kader partai dalam pencalonan presiden, wakil presiden, kepala daerah, dan wakil kepala daerah. Usulan tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat sistem kaderisasi politik di Indonesia.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, mengatakan idealnya kandidat yang diusung partai politik dalam pemilihan umum berasal dari kader internal. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kualitas kepemimpinan yang dihasilkan partai.

“Sehingga tujuan kaderisasi partai untuk membentuk pemimpin yang berkualitas dan memiliki rekam jejak yang jelas dapat tercapai,” ujar Aminuddin kepada wartawan, Sabtu (25/4).

Menurut dia, sistem kaderisasi memungkinkan partai politik mengenal lebih jauh kapasitas, integritas, serta rekam jejak calon yang diusung. Dengan demikian, risiko munculnya kandidat yang tidak memiliki latar belakang politik yang jelas dapat diminimalkan.

Baca juga:

Cegah Korupsi Politik, KPK Usul Masa Jabatan Ketua Umum Partai Dibatasi 2 Periode

Aminuddin mengakui bahwa usulan tersebut memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa rekomendasi tersebut disusun berdasarkan kajian mendalam yang dilakukan KPK.

Usulan ini merupakan bagian dari sejumlah rekomendasi yang tertuang dalam kajian strategis, policy brief, serta corruption risk assessment (CRA) yang disusun KPK sepanjang 2025. Kajian tersebut menjadi bagian dari fungsi pencegahan dan monitoring lembaga antirasuah.

Dalam laporan tersebut, KPK mendorong agar persyaratan pencalonan tidak hanya mengedepankan prinsip demokratis dan keterbukaan, tetapi juga mempertimbangkan aspek kaderisasi partai.

“Persyaratan calon selain demokratis dan terbuka, juga perlu menambahkan klausul yang berasal dari sistem kaderisasi partai,” demikian tertulis dalam laporan tahunan KPK 2025.

Baca juga:

KPK Bongkar Celah Korupsi di Parpol, Soroti soal Mahar hingga Biaya Pemilu

KPK menilai, penguatan kaderisasi menjadi langkah strategis untuk mendorong lahirnya pemimpin yang berintegritas dan memiliki komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan adanya mekanisme kaderisasi yang kuat, partai politik diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan politik, tetapi juga sebagai institusi yang mencetak pemimpin berkualitas. (Pon)

#KPK #Partai Politik #Pemilu #Pemilihan Kepala Daerah #Pilpres #Calon Presiden
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Bagikan