Waduh! Darah Pasien COVID-19 Dijual di Dark Web

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 04 Mei 2020
Waduh! Darah Pasien COVID-19 Dijual di Dark Web

Darah Pasien Virus Corona dijual di Dark Web(Foto: pixabay/fernandozhiminaichela)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BELUM lama ini publik dunia tengah dihebohkan tentang sebuah benda, yang diklaim sebagai darah pasien COVID-19. Benda yang beredar di dark web ini diklaim sebagai vaksin COVID-19

Seperti yang dilansir dari news.com.au, hal tersebut diketahui setelah Australian Institute of Criminology merilis sebuah laporan dari Australian National University Cybercrime Observatory.

Baca Juga:

India Wajibkan Semua Pekerja Gunakan Aplikasi Pelacak COVID-19

Di mana mereka telah mensurvei 20 pasar dark web terkait tentang peralatan medis pada bulan ini. Dalam survei tersebut terdapat barang diduga vaksin palsu yang diklaim dibuat dari darah pasien virus corona yang sudah sembuh di jual di Dark Web. Jumlahnya cukup banyak yakni sekitar 645 barang yang dijual di 12 pasar online ilegal.

Darah Pasien Virus Corona diperjualbelikan di dark web (Foto: pixabay/geralt)

Pada iklan yang ada di dark web tentang 'vaksi palsu' itu berbunyi 'Antidote COVID-19' tersedia dari Tiongkok, Vaksin obat COVID-19 jangan bilang-bilang'.

Untuk harga 'vaksi palsu' tersebut sekitar AUD 575 atau sekitar Rp5,5 juta. Tapi terdapat tiga buah vendor dari Tiongkok memasang USD 10.000 hingga USD 15.000 atau sekitar Rp90 juta - Rp143 juta.

"Rincian soal asal serta komposisi dari vaksin itu beredar luas, tapi diduga palsu. Ini kemungkinan vaksin eksperimen yang secara ilegal diambil dari laboratorium riset, yang telah diuji coba pada manusia, hewan atau pasien yang telah sembuh dari COVID-19' Bunyi laporan tersebut.

Baca juga:

Militer Amerika Akan Hadirkan Robot Pembunuh Virus Corona

Terkait hal itu, Kepala Peneliti Rod Broadhurst mentakan pada ABC Australia, jika plasma darah pasien yang telah sembuh memang digunakan sebagai antibodi pada orang yang berisiko COVID-19.

Selain 'vaksin palsu' yang menggunakan darah pasien COVID-19 itu, pada dark web juga dijual berbagai APD, ventilator, test kit serta aneka obat yang diklaim bisa menyembuhkan pasien virus corona. Kebanyakan vendor mengaku jika mengirim barang dari Amerika dan Australia.

Penjualan vaksin ilegal berpotensi tindak kehahatan (Foto: pixabay/geralt)

Laporan tersebut menjelaskan, jika berjualan barang terkait virus corona sontak menimbulkan pro dan kontra di antara para pelaku Dark Web.

Mengenai hal itu, Australian Institute of Criminology telah menyimpulkan, jika penjualan vaksin secara ilegal pada dark web, merupakan potensi kejahatan yang harus diwaspadai oleh penegak hukum.

Hal itu lantaran vaksin palsu dapat memperburuk penyebaran virus, dan pembeli merasa kebal padahal terinfeksi. Lalu 'vaksin palsu' itu juga bisa menyesatkan pengguna terkait imunitas. (Ryn)

Baca Juga:

WOW! Robot Berteknologi Tinggi Ini Bisa Lindungi Tenaga Medis dari Virus Corona

#Virus Corona #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan