MerahPutih.com - Pemerintah memastikan ada penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus COVID-19 pada Rabu (29/4) Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 9.771 pasien.
"Ada tambahan sebanyak 260 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Rabu, (29/4).
Baca Juga
PSBB DKI Masuk Fase II, DPRD Ingatkan Perusahaan Jangan Ngotot Beroperasi
Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 137 pasien menjadi 1.391 yang sembuh.
"Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.
Sedangkan, meninggal dunia bertambah 11 orang menjadi 784 papsien yang meninggal. Lalu, orang dalam pemantauan menjadi 221.750 dan pasien dalam pengawasan mencapai 21.653 orang.
"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan ," ucapnya.
Pemerintah sudah melakukan uji PCR 86.985 spesimen dari 67.784 orang dengan 58.013 dinyatakan negatif setelah diperiksa spesimennya di 46 laboratorium di seluruh Indonesia.
Selain itu, tercatat 221.750 orang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan 21.653 orang memiliki status pasien dalam pengawasan (PDP).
Tercatat lima provinsi dengan penyumbang kasus baru terbanyak adalah DKI Jakarta dengan 90 kasus baru, disusul Jawa Barat dengan 40 kasus, Jawa Tengah 29 kasus, Jawa Timur 15 kasus baru, Sulawesi Selatan dan Papua masing-masing dengan 12 kasus.
Sementara itu, Aceh, Bali, Banten, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Utara, Kepulauran Riau, Maluku Utara, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gorontalo nihil penambahan kasus baru.
Gugus Tugas merincikan akumulasi kasus di 34 provinsi yaitu di Provinsi Aceh sembilan kasus, Bali 215 kasus, Banten 388 kasus, Bangka Belitung 10 kasus dan Bengkulu 12 kasus, Yogyakarta 94 kasus.
DKI Jakarta masih memiliki akumulasi kasus positif terbanyak sejumlah 4.092 kasus.
Selanjutnya di Jambi ditemukan 32 kasus, Jawa Barat 1.009 kasus, Jawa Tengah 711 kasus, Jawa Timur 872 kasus, Kalimantan Barat 58 kasus, Kalimantan Timur 119 kasus, Kalimantan Tengah 127 kasus, Kalimantan Selatan 157 kasus dan Kalimantan Utara 92 kasus.
Baca Juga
MPR Tuntut Kejujuran Pemerintah Jangan Tutupi Jumlah Pasien Corona
Lalu di Kepulauan Riau terdapat 89 kasus, Nusa Tenggara Barat (NTB) 230 kasus, Sumatera Selatan 144 kasus, Sumatera Barat 145 kasus, Sulawesi Utara 44 kasus, Sumatera Utara 114 kasus, Sulawesi Tenggara 53 kasus.
Adapun di Sulawesi Selatan 465 kasus, Sulawesi Tengah 47 kasus, Lampung 46 kasus, Riau 41 kasus, Maluku Utara 26 kasus dan Maluku 23 kasus, Papua Barat 37 kasus, Papua 189 kasus, serta 38 kasus positif di Sulawesi Barat.
NTT masih mencatatkan positif COVID-19 sejumlah satu kasus dan Gorontalo terdapat 15 kasus. (Knu)

