Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

MPR Tuntut Kejujuran Pemerintah Jangan Tutupi Jumlah Pasien Corona

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2020
MPR Tuntut Kejujuran Pemerintah Jangan Tutupi Jumlah Pasien Corona

Novel Coronavirus. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendesak Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyampaikan jumlah pasien penderita COVID-19 yang dirawat saat ini secara riil.

Menurut Bamsoet, pemerintah dalam memberikan informasi atau update data mengenai perkembangan jumlah warga baik yang positif, yang sembuh dan yang meninggal akibat COVID-19, mesti diinformasikan secara jujur dan akurat.

Baca Juga

WNI Penderita Corona di Luar Negeri Capai 571 Kasus dan 142 Sembuh

Salah satunya menginformasikan dan memublikasikan seluruh data pasien, baik yang positif maupun yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP) secara riil dan transparan.

"Dengan begitu publik dapat menerima informasi yang benar-benar komprehensif," jelas Bamsoet dalam keteranganya, Rabu (29/4).

Ia menambahkan, pemerintah mesti tetap berfokus pada tujuan utama dalam menekan laju penyebaran virus COVID-19. Serta memastikan tiadanya stigma bagi penderita, dan mempertahankan tingkat kesehatan populasi semaksimal mungkin.

crpp
Ilustrasi. Foto: ANTARA

"Pemerintah perlu bersinergi dan melakukan aksi bersama antar lembaga pemerintah dengan pelibatan aktif masyarakat sipil dalam membuat strategi berkelanjutan, yang matang dan tepat dalam menghadapi situasi yang mungkin terjadi setelah pandemi berakhir," jelas politikus Golkar ini.

Bamsoet juga meminta Pemerintah untuk selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan peneliti, perguruan tinggi, atau lembaga terkait yang lainnya, baik dalam pemberian fasilitas, sarana, dan prasarana, maupun dukungan anggaran dalam menemukan vaksin corona dalam negeri. Dengan begitu vaksin terhadap virus tersebut dapat segera ditemukan.

Baca Juga

Pemprov DKI Terima 2.000 Alat Rapid Test untuk Ibu Hamil

"Mendorong peneliti, perguruan tinggi, maupun lembaga yang sedang memproses produksi vaksin untuk tidak segan belajar dari negara lain, namun tetap membuat vaksin yang ampuh dan sesuai terhadap virus corona yang berkembang di Indonesia," jelas Bamsoet.

Sementara, peneliti dan ahli farmasi perlu untuk memastikan kandungan vaksin yang dibuat aman dan mempunyai daya sembuh yang tinggi. "Serta tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi penggunanya," tutup Bamsoet. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan