MerahPutih.com - Pemerintah kembali mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Jumat (17/4) Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 5.923 orang.
"Penambahan pada pasien positif sebanyak 407 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Jumat (17/4).
Baca Juga
PSBB Jakarta tak Berjalan Mulus, Penegakan Hukum Dianggap Tanggung
Yuri mengungkapkan jumlah penambahan pasien yang sembuh ada 59 sehingga 607 sembuh. Mereka bisa dipulangkan. Mereka berasal dari kota besar seperti DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Sulawesi Selatan dan beberapa provinsi lain
"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotovasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.
Dan meninggal dunia bertambah 24 menjadi 520 psien yang meninggal. Mereka mayoritas usia di atas 50 tahun dan miliki penyakit seperti darah tinggi, diabetes dan penyakit paru
"Ini bukti penularan di luar masih bisa terjadi dan kasus pisitif tanpa gejala yang ada di tengah masyarakat. Jumlah ini diprediksi bisa meluas. Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif covid-19. Optimisme kita perlukan ," ucapnya.
Yuri kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan covid. Sebab banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.
"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung," jelas Yurianto.
Dalam data pada Jumat (17/4), DKI Jakarta melaporkan 154 kasus baru, sehingga totalnya mencapai 2.815 kasus positif dengan 204 pasien berhasil sembuh dan 246 pasien meninggal dunia.
Dengan angka tersebut, Jakarta masih menjadi episentrum wabah COVID-19 di Indonesia. Disusul oleh Jawa Barat dengan 58 kasus baru, sehingga akumulasi menjadi 632 kasus.
Berikut rincian pertambahan kasus di 19 provinsi berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan.
Bali 11 Kasus, Banten 11 kasus, Yogyakarta satu kasus, Jambi satu kasus, Jawa Tengah lima kasus, Jawa Timur delapan kasus.
Kemudian Kalimantan Tengah satu kasus, Kalimantan Selatan 15 kasus, Kalimantan Utara 19 kasus, Kepulauan Riau 19 kasus, Nusa Tenggara Barat enam kasus.
Baca Juga
Pakar Sebut Puncak COVID-19 di Indonesia Tembus 100 Ribu Kasus
Sumatera Selatan 17 kasus, Sumatera Barat tujuh kasus, Sulawesi Selatan 62 kasus, Sulawesi Tengah dua kasus, Riau satu kasus, dan Papua sembilan kasus.
Sementara 15 provinsi lainnya mencatatkan nihil kasus baru.
Hingga saat ini Gugus Tugas telah memeriksa 42.108 spesimen di 34 laboratorium, kasus yang diperiksa 37,134 orang. Sedangkan Orang dengan pemantauan (ODP) berjumlah 173,732 orang serta 12,610 orang pasien dalam pengawasan (PDP) di 34 provinsi. (Knu)

