MerahPutih.com - Sebanyak 426 siswa dan guru di tiga SMP di Solo, Jawa Tengah, menjalani rapid test massal disekolah setempat, Senin (2/11). Rapid test dilakukan sebagai syarat untuk mengikuti pelaksanaan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tahap pertama yang dimulai pada, Rabu (4/11).
Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Solo Sri Wuryanti mengatakan, rapid test ini sebagai syarat mengikuti KBM tatap muka era newnormal di Solo pada Rabu besok. Pelaksanaan rapid test dilakukan oleh petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Solo.
"Total ada 119 siswa kelas IX dan 63 guru di SMPN 4 yang mengikuti rapid test," ujar Sri.
Baca Juga:
Warga Brazil Tolak Kewajiban Imunisasi Vaksin Sinovac
Sri menjelaskan, sesuai aturan dan persetujuan orang tua siswa, KBM tatap muka hanya diikuti 50 persen. Kalau ada siswa hasil rapid test menunjukkan reaktif mereka tidak boleh ikut KBM tatap muka.
"Kami masih menunggu hasil rapid test. Mudah-mudahan hasilnya negatif semua. Jika ada siswa yang reaktif diminta mengikuti PJJ (Pembelaharan Jarak Jauh) atau daring," kata dia.
Selama berangkat dan pulang sekolah, kata dia, semua siswa akan dilakulan penjemputan khusus menggunakan bus sekolah untuk memastikan kesehatan siswa. Saat KBM tatap mula ada siswa yang batuk dan flu dilarang masuk sekolah.
"Kalau ada siswa yang panas, batuk, dan flu dilarang masuk sekolah. KBM tatap muka belangsung selama 2 jam dan tidak ada istirahat," kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo Etty Retnowati mengatakan, ada tiga sekolah yang ditunjuk Pemkot Solo untuk menjalani uji coba KBM tatap muka. Ketiga sekolah tersebut adalah SMPN 4 Solo, MTsN 1 Solo dan SMP Al Azhar Syifa Budi. Sebelum KBM tatap muka dimulai dilakukan dulu rapid test.
"Total ada Sebanyak 426 siswa dan guru di tiga SMP di Solo yang menjalani rapid test. Ada 16 siswa yang tidak hadir akan dilakulan rapid test mandiri," kata Etty.
Adapun perinciannya, di SMPN 4 Solo diikuti 63 guru dan karyawan serta 116 siswa, kemudian di MTsN 1 Solo sebanyak 103 guru dan karyawan serta 93 siswa, SMP Al Azhar Syifa Budi sebanyak 39 guru dan karyawan serta 12 anak. Ia mengatakan hasil rapid test baru keluar besok. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Anies Susun Usaha Terdampak COVID-19 Yang Tidak Naikkan UMP