Polusi Udara

Udara Jakarta Kotor, Tiru Cara Bams Lindungi Anak Dari Polusi Udara

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 12 Agustus 2019
Udara Jakarta Kotor, Tiru Cara Bams Lindungi Anak Dari Polusi Udara

Bams lindungi anaknya dari polusi udara (Sumber: Instagram/@bams_1606)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA waktu belakangan ini, udara Jakarta berada di fase menghawatirkan. Pasalnya polusi di Jakarta disebut mencapai titik terburuk sepanjang masa. Data AirVisual mengindikasi kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Penyebab utama dari buruknya kualitas udara ini adalah banyaknya kendaraan bermotor.

Fenomena tersebut tentu membuat para oeang tua yang berdomisili di Jakarta merasa cemas. Buruknya tingkat udara di Jakarta tentu bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Baca juga:
Orang tua pun concern terhadap lingkungan tempat anak tumbuh. Salah satu orang tua yang cukup fokus akan hal tersebut adalah Bambang Reguna Bukit. Pria yang kerap disapa Bams ini begitu memperhatikan setiap inci lingkungan anaknya, Eleanor Regiana Bukit.
Bams dan keluarga
Bams dan keluarga clean freak (SUMBER: Instagram/@bams_1606)
"Tidak mungkin kita bisa mengendalikan udara yang ada di luar rumah. It's out of our reach. Itu tugas negara dan masyarakat semua. Yang bisa kita upayakan adalah menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di dalam rumah," jelas Bams.
"Kebetulan kami sekeluarga itu hygiene freak. Baik air ataupun udara yang kita manfaatkan di rumah harus terfilter dengan baik," tegas Bams.
Baca juga:
Ia pun rela menginvestasikan sebagian uangnya untuk membuat air dan udara yang dimanfaatkan di rumah steril dan higienis. "Kalau mampu membeli filter untuk keamanan udara yang dihirup, air yang digunakan untuk mandi atau air untuk minum silahkan investasikan di sana karena manfaatnya untuk jangka panjang," ujarnya.
Misalnya, air yang dipakai menggunakan penyaringan khusus agar bersih. Begitu steril dan amannya air keran di rumah Bams hingga bisa di minum. Sementara untuk udara, dirinya memasang air purifier di setiap kamar agar udaranya benar-benar bersih.
Selain menyediakan filter buatan, Bams juga menyediakan filter alami di rumahnya berupa pekarangan luas yang ditanami banyak pepohonan. "Kami juga merancang taman yang benar-benar hijau. Jadi, buruknya polusi di luar terserap oleh penghijauan di rumah. Sebisa mungkin dari luar rumah ada yang membantu filter yakni taman," tukasnya. Proteksi tersebut diharapkan membuat tumbuh kembang sang buah hati sempurna. (avia)
Baca juga:
#Polusi Udara #Kebersihan Lingkungan #Bams
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gubernur DKI Pramono Siapkan Formula Baru Tekan Polusi Udara Jakarta
Suasana pemukiman padat penduduk berdampingan gedung perkantoran di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 04 Mei 2026
Gubernur DKI Pramono Siapkan Formula Baru Tekan Polusi Udara Jakarta
Indonesia
Udara Jakarta Tercatat tak Sehat Rabu (29/4), Pastikan Pakai Masker saat Keluar Rumah
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 161 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 69,3 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Udara Jakarta Tercatat tak Sehat Rabu (29/4), Pastikan Pakai Masker saat Keluar Rumah
Indonesia
Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik Lebaran 2026, Masuk 7 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Kualitas udara Jakarta memburuk saat puncak arus balik Lebaran 2026. AQI mencapai 159 dan masuk 7 kota paling berpolusi di dunia menurut IQAir.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 29 Maret 2026
Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik Lebaran 2026, Masuk 7 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Indonesia
Hadapi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Dorong Kolaborasi Lintas Wilayah
Pemprov DKI Jakarta memperkuat sistem pemantauan kualitas udara. Namun, Jakarta memerlukan kolaborasi lintas wilayah.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Hadapi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Dorong Kolaborasi Lintas Wilayah
Indonesia
Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Minta Pemda Tertibkan Baliho dan Spanduk
Presiden Prabowo Subianto menggagas Gerakan Indonesia ASRI dan meminta pemerintah daerah menertibkan baliho serta spanduk demi keindahan kota.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Minta Pemda Tertibkan Baliho dan Spanduk
Indonesia
Ajaib! Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Sabet Kategori Baik WHO, Warga Boleh Buka Jendela Tanpa Takut Batuk
Dengan kondisi udara yang baik ini, warga bahkan disarankan untuk membuka jendela agar dapat menikmati udara bersih yang masuk dari luar
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 November 2025
Ajaib! Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Sabet Kategori Baik WHO, Warga Boleh Buka Jendela Tanpa Takut Batuk
Indonesia
Udara Jakarta Lebih Berbahaya 10 Kali Lipat dari Batas WHO pada Jumat (31/10), Ini Tips Bertahan Hidup dari Dinkes
Masyarakat kini dapat memantau kondisi lingkungan secara real-time melalui portal udara.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Oktober 2025
Udara Jakarta Lebih Berbahaya 10 Kali Lipat dari Batas WHO pada Jumat (31/10), Ini Tips Bertahan Hidup dari Dinkes
Indonesia
Cemari Udara dan Air Hujan, Pemprov DKI Cari Landasan Berikan Sanksi Sosial Bagi Warga Pembakar Sampah
Berbeda dengan sanksi hukum yang bersifat mengikat, sanksi sosial lebih menekankan pembinaan moral dan tanggung jawab kolektif.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Oktober 2025
Cemari Udara dan Air Hujan, Pemprov DKI Cari Landasan Berikan Sanksi Sosial Bagi Warga Pembakar Sampah
Indonesia
Picu Hujan Mikroplastik, Wajah Pelaku Bakar Sampah Bakal Dipajang di Medsos DLH Jakarta
Praktik pembakaran sampah itu membuat mikroplastik serta zat berbahaya seperti dioksin terlepas ke udara dan kembali jatuh ke tanah saat terjadinya hujan.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Oktober 2025
Picu Hujan Mikroplastik, Wajah Pelaku Bakar Sampah Bakal Dipajang di Medsos DLH Jakarta
Bagikan