MerahPutih.com - Wabah virus corona seharusnya bisa membuat manusia lebih dekat kepada Sang Pencipta. Bahkan, kehidupan seperti sekarang jadi momen tepat untuk berbuat baik kepada sesama.
Pimpinan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi ingin tetap waras menjalankan pekerjaannya menjadi wakil rakyat di tengah pandemi COVID-19 dengan berperasangka baik kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kata Suhaimi, jika manusia berperilaku baik pada Allah dan mahluk hidup lainnya, niscaya akan dilindungi dari segala penyakit.
Baca Juga:
"Saya selalu khusnudzon atau bersangka baik kepada Allah SWT," ungkap Suhaimi kepada Merahputih.com, Kamis (22/10).
Lanjutnya, manusia juga perlu menjaga kondisi hati supaya bisa lebih tentram dan nyaman agar tidak terlalu stres. K ondisi hati nyaman dapat menumbuhkan imun tubuh kuat. Dengan daya tahan tubuh bugar, diyakini virus corona tak dapat menyerang.
Suhaimi pun memiliki kiat-liat agar tidak stres ialah dengan memperbanyak berdoa memohon perlindungan kepada Sang Pencipta dan secara rutin membaca Alquran.
"Itu dilakukan menambah kekuatan kita. Pendekatan kepada Maha Kuasa," sarannya.
Terus ikhtiar juga secara fisik dengan menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, dengan sesering mungkin cuci tangan, serutin juga bersih-bersih badan atau mandi, dan bahkan perlu ganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah. Hal itu untuk menghilangkan kuman atau virus yang menempel di pakaian.
"Ini kan karena barangnya gak keliatan jadi karena barangnya gak keliatan ada ahlinya yang menjelaskan itu. Kita ikuti saja yang ahlinya itu. Kecuali barangnya keliatan, 'eh ada ular...' kita jauhi, barangnya keliatan," ungkap dia.
Suhaimi juga memiliki cara untuk kekuatan tubuhnya agar bisa sehat dan kuat dalam menjalankan aktivitas seharinya menjadi Legislatif Kebon Sirih. Dalam setiap harinya, ia rutin mengkomsumsi madu dan babbatussauda. Serta menenggak susu murni untuk menjaga kesehatan tubuh.
Suhaimi kerap juga berolahraga treadmill di kediamannya. Kegiatan ini sering dilakukan selama virus corona mewabah.
"Kalau gak hujan ada kesempatan waktu saya jalan keliling kompleks, kalau tak memungkinkan treadmill 30 sampai 45 menit sudah keringatan," jelasnya.
Baca Juga:
Penasehat Fraksi PKS ini juga mengaku, ada perubahan perilaku sebelum adanya COVID-19 dan selama pandemi. Seperti halnya menekan tombol lif di gedung DPRD atau lokasi lain yang biasa menggunakan tangan sendiri kini harus pakai alat bantu lain.
Tak menuntut kemungkinan ia menggunakan siku tangan pengganti jari sebagai alat penekan tombol lif.
"Mencet tombol lif usahakan pakai alat, kalau gak pake alat, dorongnya pake siku atau apa, kita ngikuti para ahli," tuturnya. (Asp)
Baca Juga: