Tetap Waras Bagi Ibu Rumah Tangga: Meraup Untung Jualan Masker dari Kain Perca Motif Batik

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 19 Oktober 2020
Tetap Waras Bagi Ibu Rumah Tangga: Meraup Untung Jualan Masker dari Kain Perca Motif Batik

Esti Kiswandari pengrajin batik tulis yang bertahan di tengah pandemi COVID-19 dengan berjual masker berbahan kain batik, Minggu (18/10). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kondisi ekonomi serba sulit akibat hantaman COVID-19 yang terjadi sejak bulan maret lalu membuat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Solo menghentikan usahanya.

Dengan kondisi serba sulit tersebut membuat pelalu UMKM harus berfikir keras bagaimana agar tetap punya pemasukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di tengah sitasi pandemi yang belum dapat diketahui kapan akan berakhir.

Esti Kiswandari, salah satu pelaku UMKM di Solo yang merasakan situasi tersebut. Sebagai ibu rumah tangga, ia harus menemukan usaha apa yang tepat untuk bisa menghasilkan pemasulan sekaligus menyelamatkan usahanya batik "Griya Kain Solo".

Baca Juga

Pandemi Memotivasi Wanita Ini Wujudkan Cita-cita Jadi Pengusaha Pakaian hingga Kuliner

"Kondisi keuangan dan tabungan sedang menipis. Usaha batik yang dirintis bersama suami dalam kondisi berhenti produksi akibat Corona," ujar Esti saat bebincang dengan MerahPutih.com, Minggu (18/10).

Esti Kiswandari pengrajin batik tulis yang bertahan di tengah pandemi COVID-19 dengan berjual masker berbahan kain batik, Minggu (18/10). (MP/Ismail)
Esti Kiswandari pengrajin batik tulis yang bertahan di tengah pandemi COVID-19 dengan berjual masker berbahan kain batik, Minggu (18/10). (MP/Ismail)

Ia pun telah merumahkan 13 karyawannya karena tidak punya pemasukan lagi untuk membayar gaji karyawan tersebut. Saat ini tinggal dua karyawan untuk membantu mengelola bisnis batik miliknya.

Ia pun merasa binggung stok kain di lemari masih banyak dan tidak laku dijual selama 8 bulan pandemi menghantamnya. Sampai akhinya, ia menemukan ide untuk berjualan masker dari bahan kain perca motif batik.

"Usaha jualan masker kain perca motif batik mulai ditawarkan pada konsumen jaringannya melalui medsos. Semua stok kain batik yang tidak laku saya potong semua dijahit menjadi masker," tutur dia.

Ia mengaku selama sehari memproduksi minimal 300-5000 masker. Banyak tidaknya produksi tergantung pesanan. Selama berjualan masker meraup untumg Rp 2 juta per hari.

"Saya jualan masker sejak April lalu. Masker kain batik tulis, print, cap dijual dari harga Rp5.000, Rp7.500 hingga kelas premium berharga Rp 35.000," kata dia.

Masker berbahan kain batik tulis, cap, dan printing diminati pasar, Minggu (18/10). (MP/Ismail).
Masker berbahan kain batik tulis, cap, dan printing diminati pasar, Minggu (18/10). (MP/Ismail).

Menurutnya, dari pelbagai jenis tersebut, paling banyak peminatnya adalah masker batik print dan masker batik cap sogan. Selama pandemi penjualan lewat online dan marketplace.

"Penjualan masker batik online meluas sampai marambah konsumen mancanegara di antaranya ke Honolulu (Hawaii, Amerika Serikat) sebanyak 10 lusin. Ada juga Jerman dan Australia lewat customer.

Baca Juga

Fresh Graduate Enggak Perlu Takut, Omnibus Law Bukan Jadi Halangan

Ia berharap pandemi segera berlalu supaya karyawan yang di rumahkan bisa kembali bekerja. Selain itu, dengan berakhirnya pandemi bisa normal lagi berjualan kain batik. (Ismail/Jawa Tengah)

#Oktober Satgas Waras #Masker #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Harga masker mengalami kenaikan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapat masker.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Berita Foto
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Petugas Satpol PP memberikan masker gratis kepada pejalan kaki saat beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026)
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Bagikan