Kesehatan

Antistres, Makanan ini Bikin Tetap Waras

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2020
Antistres, Makanan ini Bikin Tetap Waras

Beberapa jenis makanan bisa menenangkan saat tertekan. (foto: unsplash/alex block)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH berbulan-bulan menghadapi situasi serbatakpasti akibat pandemi, pastilah banyak yang merasa stres. Aktivitas yang terbatas dan kesempatan terbatas untuk rekreasi jadi penyebabnya. Jika sudah begini, tak sedikit yang bingung mencari cara melepas stres agar tetap bisa waras.

Tahukah kamu, melepas stres dan menjaga kewarasan enggak melulu lewat aktivitas menyenangkan. Asupan makanan juga bisa menjadi penenang di kala merasa tertekan. Beberapa jenis makanan memang memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Meskipun demikian, bukan berarti kamu melupakan diet dan mengasup makanan yang tidak sehat. Berikut 6 makanan yang punya efek menenangkan, tapi tetap sehat dan ramah diet.

BACA JUGA:

4 Tempat Wisata Solo Ini Bikin Kamu Lupa Yogyakarta

1. Buah beri

berries
Kaya antioksidan dan vitamin C. (foto: pixabay/coleur)

Segala jenis buah beri tak hanya kaya akan antioksidan, tapi juga vitamin C yang dipercaya dapat membantu memerangi stres. Penelitian di Jerman meminta 120 orang untuk memberikan pidato dan dilanjutkan dengan tes matematika. Hasilnya, orang yang mengonsumsi buah beri punya tekanan darah yang lebih rendah walau setelah stres.

2. Kacang Mete

cahsew
Sumber zinc yang baik. (foto: pixabay/tantetati)

Selain rasanya lezat, kacang mete juga merupakan sumber zinc yang baik. Tingkat zinc yang rendah dipercaya punya kaitan dengan kecemasan dan depresi. Jadi sangat baik mengonsumsi kacang mete saat sedang tidak mood.

3. Teh Chamomile

chamomile tea
Menurunkan gejala kecemasan. (foto: learningherbs)

Sebuah studi dari University of Pennsylvania menguji suplemen chamomile pada 57 partisipan dengan gangguan kecemasan selama delapan minggu. Hasilnya menunjukkan penurunan gejala kecemasan yang signifikan. Selain itu, teh chamomile juga baik dapat membuat tubuh lebih rileks sehingga kamu lebih mudah tidur.

4. Dark chocolate

cokelat
Obat antistres baru. (foto: pixabay/congerdesign)

Dark chocolate disebut sebagai obat antistres baru karena efektivitasnya menurunkan tingkat stres. Cokelat mengandung anandamine, sebuah zat yang bisa merangsang otak untuk memproduksi endorfin yang menghambat rasa sakit dan depresi untuk sementara waktu. Sebuah studi di Journal of Psychopharmacology juga mengungkapkan bahwa orang yang meminum 1,5 ons cokelat setiap hari akan meras lebih tenang daripada mereka yang tidak. Namun, pastikan kamu memilih dark chocolate yang punya kandungan kokoa lebih dari 70%.

5. Yoghurt

yogurt
Probiotiknya baik menghalau stres. (foto: pixabay/profet77)

Yogurt kaya akan probiotik, bakteri baik yang hidup di dalam usus. Penelitian kecil telah menunjukkan bahwa konsumsi probiotik secara teratur dapat membantu mengurangi tingkan stres pada manusia.

6. Salmon

salmon
Asam lemak omega-3 baik untuk kesehatan mental. (foto: pixabay/cattalin)

Jenis ikan yang berlemak seperti salmon punya khasiat menurunkan stres. Hal itu disebabkan asam lemak omega-3 yang terkandung di dalamnya punya sifat antiinflamasi dan dianggap memiliki dampak positif pada kesehatan mental, termasuk stres.(dwi)

BACA JUGA:

Siap Digelar, Soft Launch League of Legends Wild Rift untuk Indonesia

#Kesehatan #Oktober Satgas Waras
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan