MerahPutih.com - Kesulitan pedagang konvensional dan tradisional bersaing dengan platform e-commerce menjadi perhatian Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan.
Ia meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) DKI Jakarta bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menghilangkan ego sektoral dan bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan pedagang dalam menghadapi persaingan dengan platform e-commerce.
"Terutama untuk tekstil dan pakaian, tempat-tempat belanjanya makin sepi seiring orang-orang lebih sering mencari barang-barangnya di aplikasi online," ujar August, Sabtu (19/9).
Baca juga:
Pemerintah Bakal Segera Luncurkan Aturan E-Commerce Anyar, Transparansi Biaya Jadi Bahasan
DPPKUKM dan Pasar Jaya Diminta Naikkan Kelas Pedagang
Menurut August, DPPKUKM dan Pasar Jaya seharusnya bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan pedagang tradisional di Jakarta agar dapat naik kelas.
Stop ego sektoral, keduanya perlu bergandengan untuk mengupgrade pedagang-pedagang kita, terutama yang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) agar bisa naik kelas,
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan.
Ia mengkritik kondisi saat ini ketika DPPKUKM dan Perumda Pasar Jaya dinilai masih sering membedakan ranah tanggung jawab masing-masing.
"Jangan ada lagi perasaan bahwa tanggung jawab DPPKUKM hanya sebatas ini, dan Pasar Jaya hanya sebatas itu. Kedua-duanya bergerak dalam sektor yang serupa bahkan sama. Dan tujuan dari kegiatannya harusnya adalah peningkatan kualitas usaha-usaha di Jakarta, terutama UMKM agar bisa terus berkembang dan berkompetisi," tegasnya.
Baca juga:
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Soroti Anggaran Pelatihan DPPKUKM
August juga menyoroti anggaran DPPKUKM sebesar Rp 2,7 miliar untuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
Adapun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memiliki program pelatihan e-commerce bagi pelaku UMKM. Di antara pelatihan tersebut adalah produksi konten video, workshop E-Smart, dan pelatihan penjualan melalui media sosial (medsos).
"Di DPPKUKM ini melalui JakPreneur ada program-program pelatihan untuk berjualan di platform-platform e-commerce. Sementara itu, Pasar Jaya menaungi ribuan pedagang dan tidak sedikit di antara mereka kesulitan bersaing dengan platform e-commerce," katanya.
August menilai DPPKUKM dan Pasar Jaya semestinya menggagas program bersama untuk melatih pedagang-pedagang di pasar milik Pasar Jaya yang mengalami kesulitan menghadapi persaingan dengan e-commerce.
"Hilangkan sekat-sekat yang tak perlu, ini waktunya semua pihak berkolaborasi," tutupnya. (Asp)