Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta

100 orang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur melakukan penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta. (foto: dok tim media Bank Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebanyak 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mendapat akses pembiayaan dari Bank Jakarta. Pembiayaan tersebut menggunakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta.

Langkah ini diambil Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat ekonomi pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.

Proses penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta yang dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berlangsung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (2/9).

"Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha," ujar Rano.

Pembiayaan Diharapkan Dorong UMKM Naik Kelas

Rano optimistis dukungan dana permodalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati.

Dengan tambahan modal, para pedagang diharapkan dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan.

Karena itu, Rano mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilainya konkret dalam mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Rano menjelaskan, selain 100 orang yang melakukan akad kredit massal pada hari ini, dari total lebih dari 5.000 pelaku usaha yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan program pembiayaan bagi 167 pedagang dengan besaran nominal mencapai sekitar Rp 48 miliar.

Ia berharap kegiatan akad kredit massal tersebut dapat menarik minat lebih banyak pedagang di Pasar Kramat Jati untuk mengikuti program pembiayaan UMKM dari Bank Jakarta.

Baca juga:

Bank Jakarta Ingin Jadi Financial Operating System, Hubungkan Warga, UMKM, dan Investor

Rano Ingatkan Pentingnya Literasi Keuangan

Meski demikian, Rano mengingatkan akses pembiayaan formal juga harus diikuti dengan literasi keuangan.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pelaku UMKM mampu menerapkan manajemen keuangan yang sehat sehingga usaha dapat terus berkembang.

Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain,

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Bank Jakarta Siapkan KUR dan Non-KUR

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan program tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran kredit.

Menurutnya, pembiayaan itu merupakan bagian dari upaya Bank Jakarta membangun akses keuangan yang semakin luas bagi pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan naik kelas.

Kepada pedagang, Agus mengaku memberikan dukungan permodalan melalui program KUR maupun Non-KUR.

"Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang," katanya.

Baca juga:

Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta Raih Penghargaan Cita Loka Fest 2026, Perkuat Tata Kelola dan Digitalisasi UMKM

Agus menjelaskan, bagi pedagang yang ingin mengakses permodalan, pihaknya menyiapkan program pembiayaan melalui KUR ataupun Non-KUR.

Untuk program KUR, Agus menjelaskan tidak memerlukan jaminan dengan plafon pinjaman hingga Rp 100 juta.

Sedangkan untuk program Non-KUR, pedagang bisa menjadikan lapak dagangannya sebagai jaminan. Pedagang yang mengakses program Non-KUR bisa mendapat plafon pinjaman hingga Rp 500 juta dengan bunga sekitar 10 persen per tahun.

Agus menegaskan keberhasilan program pembiayaan tidak semata-mata diukur dari jumlah kredit yang berhasil disalurkan.

Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang disalurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo.

(Asp)

#Bank Jakarta #UMKM #Rano Karno #Pasar Kramat Jati
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Bank Jakarta menyiapkan Rp 5,87 triliun untuk proyek strategis DKI. Hal ini melalui kerja sama dengan BUMD, BUMN, hingga perangkat daerah DKI Jakarta.
Soffi Amira - Selasa, 13 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Indonesia
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
JPPI meminta pemerintah memprioritaskan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar program berdampak pada ekonomi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Indonesia
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Sebanyak 16,4 persen responden pelaku bisnis mengatakan, permasalahan pengembangan bisnis masih ada pada birokrasi,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Indonesia
Setiap Sabtu Warga Bisa Masuk Balai Kota, Lihat Langsung Kerja Pimpinan Jakarta
Ajak masyarakat kenal lebih dekat dengan kompleks Balai Kota melalui rangkaian tur, kegiatan edukasi, seni, budaya, kuliner, komunitas, hingga layanan publik.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Setiap Sabtu Warga Bisa Masuk Balai Kota, Lihat Langsung Kerja Pimpinan Jakarta
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Bank Jakarta dan PT SMI menyiapkan Rp 2,11 triliun untuk membantu tujuh proyek infrastruktur.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Indonesia
Wagub Rano Sebut Usul CFD Sabtu dan Minggu Menarik, Bisa Turunkan Emisi
Penerapan kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan berbagai faktor, terutama dari sisi operasional perkantoran ada yang masuk ketika hari Sabtu.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Wagub Rano Sebut Usul CFD Sabtu dan Minggu Menarik, Bisa Turunkan Emisi
ShowBiz
Lebih dari 1.200 Film Masuk JFW 2026, Jakarta Bersiap Jadi Titik Temu Sinema Dunia
Jakarta Film Week 2026 digelar 21–25 Oktober dengan tema Encounters. Lebih dari 1.200 film dari 82 negara ikut serta, ditambah program JFW Vision berbasis VR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Lebih dari 1.200 Film Masuk JFW 2026, Jakarta Bersiap Jadi Titik Temu Sinema Dunia
Indonesia
Wagub Rano Karno tak Larang Pemakaian Mobil Pribadi, Ajak Warga Pakai Transportasi Umum
Transportasi umum Jakarta akan memberikan kenyamanan, kemudahan, dan bebas kemacetan.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Wagub Rano Karno tak Larang Pemakaian Mobil Pribadi, Ajak Warga Pakai Transportasi Umum
Bagikan