Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari

Bank Jakarta bangun biodigester di Jakarta Utara. Foto: Dok. Bank Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Persoalan pengelolaan sampah menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Pemprov DKI Jakarta, seiring PTSP Bantargebang yang mulai membatasi pembuangan sampah terbuka pada 1 Agustus 2026.

Menangani persoalan tersebut, Bank Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berencana membangun biodigester komunal berbasis sampah organik.

Program tersebut akan dibangun di dua lokasi di Jakarta Utara, yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.

Baca juga:

Gubernur Pramono Klaim Keluhan Warga Mengenai Bau Pengolaan Sampah RDF Rorotan Turun

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Senin (10/8) di Rusunawa Rorotan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.

Biodigester Bakal Olah Sampah Jadi Biogas

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo menyebutkan, pembangunan biodigester komunal merupakan salah satu langkah nyata Bank Jakarta dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.

Melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan. Selain itu, proses tersebut menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Agus menambahkan, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi serta konsistensi dari berbagai pihak.

Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta.

ujar Agus, Selasa (11/8)

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Baca juga:

Bank Jakarta dan Persija Berkolaborasi, Filosofi Shin Tae-yong Jadi Inspirasi Transformasi

Biodigester Bisa Tampung Pengolahan 500 Kg Sampah per Hari

Secara teknis, setiap biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit biodigester, kapasitas pengolahan dapat mencapai 500 kilogram per hari.

Pengolahan tersebut nantinya menghasilkan biogas serta residu berupa pupuk organik.

Berdasarkan kajian teknis, kedua unit biodigester diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari.

Selain itu, keberadaannya diperkirakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun.

Baca juga:

Jakarta Kejar Target Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Total Pola Pengelolaan Sampah

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi mengatakan, penanganan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program.

Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

ucap Arie

Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan salah satu program berkelanjutan Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi Biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.

Melalui program tersebut, Bank Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut juga mendukung kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 mengenai energi bersih dan terjangkau, SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. (Asp)

#Bank Jakarta #Ramah Lingkungan #Pengolahan Sampah #Sampah #Pemprov DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Bank Jakarta dan PT SMI menyiapkan Rp 2,11 triliun untuk membantu tujuh proyek infrastruktur.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Indonesia
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
DPRD DKI dan TAPD menyepakati Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 79,56 triliun. Layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bansos tetap dijaga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
Indonesia
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
SMA Negeri 68 Jakarta Pusat menjadi titik awal pelaksanaan program E-Waste School Movement.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
Pembangunan MRT Thamrin-Kwitang Masuk Tahap Persiapan, Warga Mulai Didata
Pemprov DKI mulai mendata lokasi dan bangunan yang berpotensi terdampak pembangunan MRT Timur-Barat Koridor Thamrin-Kwitang.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pembangunan MRT Thamrin-Kwitang Masuk Tahap Persiapan, Warga Mulai Didata
Indonesia
Hari Ozon Sedunia, Pemprov DKI Matikan Lampu Ikon Jakarta Selama Satu Jam
Pemprov DKI Jakarta memadamkan lampu sejumlah ikon Ibu Kota selama satu jam pada Sabtu (19/9) malam untuk memperingati Hari Ozon Sedunia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Hari Ozon Sedunia, Pemprov DKI Matikan Lampu Ikon Jakarta Selama Satu Jam
Indonesia
Pramono Segera Putuskan Usulan Harga Tiket Ragunan Naik Jadi Rp 10 Ribu
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, segera memutuskan usulan harga tiket Ragunan naik menjadi Rp 10 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
Pramono Segera Putuskan Usulan Harga Tiket Ragunan Naik Jadi Rp 10 Ribu
Indonesia
LRT Kelapa Gading-Manggarai Bakal Terhubung dengan Transjakarta, Kapan Rampung?
LRT Kelapa Gading-Manggarai akan terhubung dengan Transjakarta. Proyek ini ditargetkan rampung September 2026.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
LRT Kelapa Gading-Manggarai Bakal Terhubung dengan Transjakarta, Kapan Rampung?
Bagikan