MerahPutih.com - Kemacetan parah di sekitar Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, akhirnya mulai ditangani serius.
Sebanyak 613 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di bahu Jalan Raya Bogor itu akan dipindahkan ke empat lokasi berbeda. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan sekaligus memastikan pedagang tetap bisa beraktivitas.
Baca juga:
Gubernur Pramono Perintahkan Pedagang Induk Kramat Jati Pindah Jualan di Dalam Pasar
193 Pedagang Ikan ke Lokbin Kramat Jati
Dikonfirmasi media, Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya, Yohanes Daramonsidi, menyebut 193 pedagang ikan dan kerang akan dipindahkan ke Lokbin Kramat Jati.
Pedagang ikannya sebanyak 193 orang akan dipindahkan ke Lokbin Kramat Jati,
Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya, Yohanes Daramonsidi, Senin (24/8).
282 Pedagang ke Pasar Kramat Jati, Sisanya ke Dua Loksem
Yohanes menambahkan, 282 pedagang lain yang menjual daging ayam, sayur, buah, kue, dan kopi akan ditempatkan di area Pasar Kramat Jati yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Menurut dia, penempatan baru nanti disesuaikan dengan ruang yang tersedia, termasuk kuota kios, los, dan area PKL.
Baca juga:
Pasar Induk Kramat Jati yang Tak Pernah Tidur, Pedagang Menjemput Berkah
Sisa pedagang lainnya akan diarahkan ke dua lokasi sementara (loksem), yakni Loksem Cililitan dan Loksem Jalan Nusa Indah Ciracas.
Pasar Jaya siap menampung mereka, sudah ada pembagian area,
Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya, Yohanes Daramonsidi
Instruksi Gubernur
Penataan PKL di sepanjang Jalan Raya Bogor, sekitar kawasan Kramat Jati itu untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Alasan pemindahan dilansir Antara, ratusan pedagang di luar Pasar Kramat Jati kerap memicu kemacetan parah lalu lintas. (*)