Tertipu Beli Masker Via Online, Sri Astuti Rugi Rp 11,9 Juta

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 29 Maret 2020
Tertipu Beli Masker Via Online, Sri Astuti Rugi Rp 11,9 Juta

Penipu penjualan masker sensi. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang wanita bernama Sri Astuti (46) menjadi korban penipuan jual beli masker yang memanfaatkan pandemi COVID-19. Akibat perbuatan pelaku yang disinyalir berada di Jawa Timur ini, korban mengalami kerugian hingga Rp 11,9 juta rupiah.

Kejadian bermula ketika Sri tertarik membantu temannya yang membutuhkan masker untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Baca Juga

Anggota DPRD Jabar Gatot Tjahyono Meningggal Dunia Diduga Terinfeksi COVID-19

"Kebetulan ada kakak kelas saya pas sekolah minta bantuan pengadaan masker. Jadi saya tertarik untuk membantu," kata SA ketika dihubungi, Sabtu (28/3).

Lalu, ia berinisiatif mencari penjualan masker di akun Instagram hingga menemukan salah satu akun bernama @masker_sensi.ori yang menawarkan penjualan masker.

Akun tersebut diikuti 2.019 pengikut. Isi kontennya adalah penjualan masker dengan beragam variasi harga. SA menambahkan, diirinya langsung menelpon salah satu nomor yang tertera di sana. Saat menghubungi, Sri lantas berbicara dengan wanita yang mengaku sebagai penjual masker.

"Dia bilang bisa sediakan. Katanya toko dan pabriknya ada di Jawa Timur," imbuh Sri

aa
Akun penipu penjualan masker sensi di instagram

Masker tersebut dijual dengan harga Rp 650 ribu per dus dan Rp 20 ribu per box. Setiap dus berisi 40 box dengan isi per box mencapai 50 masker.

"Saya langsung pesan dalam jumlah banyak. Selain untuk pengajian juga untuk pengadaan di masjid," kata Sri.

Sri kemudian diminta si penjual mentrasfer uang dan disanggupi dengan mengirim uang Rp 900 ribu .

"Lalu saya transfer lagi Rp 2,4 juta untuk pemesanan dus itu. Hingga akhirnya saya kirim sekitar Rp 11 juta. Entah kenapa saya merasa seperti terhipnotis," imbuh warga Kemayoran ini.

Sri lantas meminta bukti masker yang dia pesan. Namun, si terlapor malah mengirimkan foto yang ada di Instagram.

Pelaku tiba-tiba menelpon Sri. Kali ini seorang pria. Dia mengaku belum bisa mengirimnya karena pihak jasa pengiriman meminta ada jaminan asuransi Rp 2 juta.

"Saya heran kok bayar asuransi," kata Sri terheran-heran.

Karena sudah sepekan tak kunjung dikirimkan, ia berinisiatif mendatangi bank untuk mengetahui transaksi pelaku.

"Rupanya saldo di rekening dia kosong. Saya sadar jadi korban penipuan. Kata pihak bank banyak korban yang melaporkan kejadian seperti ini. Saya duga itu sindikatnya," jelas Sri.

Ia lantas makin heran karena nomor pelaku tiba-tiba ganti sehingga membuatnya melaporkan Polres Metro Jakarta Pusat. Bukti LPnya No 487/K/III/2020/Restro Jakpus.

"Saya harap pelaku segera ditangkap. Dan jangan ada lagi orang yang menjadi korban seperti saya," harap Sri.

Baca Juga

Pengamat Kritik Penyemprotan Disinfektan di Jakarta karena tak Merata

Sementara, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menerangkan, penyidik masih menyelidiki laporan ini. Dengan meminta keterangan pelapor dan saksi.

"Iya kami selidiki. Semoga segera bisa kami ungkap," kata Heru. (Knu)

#Penipuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Petugas Damkar Terlibat Penipuan Rp 70 Juta, Autodipecat
Pramono mengaku telah meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk menindak tegas pihak yang terbukti terlibat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Petugas Damkar Terlibat Penipuan Rp 70 Juta, Autodipecat
Indonesia
Kronologi Wintarko Ditipu Rp 70 Juta Demi Iming-iming Lolos Rekrutmen Damkar DKI
Kronologi Wintarko warga Jaktim ditipu Rp70 juta janji masuk Damkar DKI Jakarta. Korban rela utang Bank DKI demi janji manis yang ternyata nol besar!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Kronologi Wintarko Ditipu Rp 70 Juta Demi Iming-iming Lolos Rekrutmen Damkar DKI
Indonesia
Manfaatkan Antusiasme Pembeli, Situs Palsu Jualan iPhone 18 Bermunculan
Dalam proses pemesanan, pengguna diminta memberikan sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga kontak WhatsApp.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Manfaatkan Antusiasme Pembeli, Situs Palsu Jualan iPhone 18 Bermunculan
Indonesia
Alasan Polisi Belum Tahan Ruben Onsu, Jumat 28 Agustus Diperiksa Sebagai Tersangka
Kasus ini bermula saat Ruben menawarkan korban berinisial DM untuk berinvestasi di usaha jual beli sebuah produk.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Alasan Polisi Belum Tahan Ruben Onsu, Jumat 28 Agustus Diperiksa Sebagai Tersangka
Indonesia
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Modus pelaku biasanya mengakui customer service dari GoPay, lalu meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Indonesia
Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Kejahatan Love Scamming Berbasis AI
Polri meningkatkan kapasitas personel untuk menghadapi kejahatan love scamming yang kini memanfaatkan AI, deepfake, dan social engineering.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Kejahatan Love Scamming Berbasis AI
Indonesia
5 Tips Aman Mencari Kerja Online agar Terhindar dari Lowongan Palsu dan TPPO
Jobstreet by SEEK membagikan lima tips aman mencari kerja online agar terhindar dari lowongan palsu, penipuan rekrutmen, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
5 Tips Aman Mencari Kerja Online agar Terhindar dari Lowongan Palsu dan TPPO
Indonesia
Hati-Hati Marak Penipuan Tiket Whoosh Lewat WhatsApp, Begini Modusnya!
KCIC mengimbau masyarakat waspada penipuan tiket Whoosh lewat WhatsApp. Pelaku gunakan logo dan jadwal palsu, arahkan pembayaran ke rekening pribadi. Tiket resmi hanya di kanal KCIC.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Hati-Hati Marak Penipuan Tiket Whoosh Lewat WhatsApp, Begini Modusnya!
Indonesia
Modus Penipuan Travel Umrah Hanania: Promosi Lewat Selebriti, Eskalasi Timteng Jadi Dalih Pembatalan
Jumlah korban penipuan travel umrah Hanania Travel mencapai sekitar 3.000 orang dengan kerugian ditaksir Rp 95,22 miliar.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Modus Penipuan Travel Umrah Hanania: Promosi Lewat Selebriti, Eskalasi Timteng Jadi Dalih Pembatalan
Indonesia
Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel Ngadu ke DPR, Ingin Uang Kembali
Berharap para anggota DPR RI mendengar dan turut mencari solusi untuk ribuan korban yang gagal berangkat tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel Ngadu ke DPR, Ingin Uang Kembali
Bagikan