Tersulut Emosi, Massa Bakar Bendera Myanmar
Aksi dukungan terhadap Rohingya di Kedubes Myanmar. (MP/Asropih Opih)
MerahPutih.com - Massa aksi Solidaritas etnis Rohingya yang melakukan aksi di Kedutaan Besar Myanmar meluapkan emosinya dengan melakukan pembakaran bendera Myanmar sebagai simbol kecamannya terhadap negara tersebut.
Pantauan merahputih.com, massa membakar beberapa bendera yang didominasi dengan berwarna kuning, hijau, merah, dan terdapat simbol bintang berwarna putih. Bendera itu dibakar di tengah-tengah kerumunan massa aksi.
"Kita bakar bendera Myanmar sebagai bentuk protes kita. Biarkan apinya berkobar sebagai simbol kobaran semangat kita terhadap negara yang tak punya hati nurani," kecam salah satu orator di atas mobil komando.
Meski telah membakar beberap bendera Myanmar, mereka seolah belum puas. Massa pun tetap ngotot agar bendera Myanmar yang masih tegak berkibar di tiang Kedubes Myanmar itu segera diturunkan dan diganti bendera Indonesia.
"Kita minta bendera (Myanmar) yang dipajang di Kedubes itu segera dicopot dan segera dipasang bendera merah putih," tegas orator. (*)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Samakan Myanmar Dengan Yahudi, Pendemo Siap Jihad Ke Rohingya
Bagikan
Berita Terkait
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Hakim Tolak Eksepsi, Perkara Penghasutan Demo Delpedro Marhaen Cs Masuk Pokok Perkara
Picu Perdebatan Publik, Menkum Akui Pasal Penghinaan, Perzinaan, dan Demonstran Jadi Isu Utama KUHP