MerahPutih Politik - Pengamat Politik dari Populi Center, Nico Harjanto menyebut pergantian jabatan Kapolri dari Sutarman ke calon tunggal Komjen Budi Gunawan sangat politis dan subjektif. Betapa tidak, masa bakti jabatan Sutarman sendiri masih tersisa 9 bulan lagi. Namun, setelah Kompolnas menyodorkan beberapa nama calon pengganti Sutarman, Jokowi melah menyodorkan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal dan sudah disetuji oleh DPR RI.
"Ga bisa dipungkiri, ini sangat politis. Parpol terbesar, PDIP ingin memaksakan. Ada kepentingan subjektif, dibikin seolah-olah harus ada alasan mendadak (Sutarman) diganti. Padahal masa kerjanya masih lama, situasi aman, alasan objektif pergantian kapolri itu ga ada, yang ada alasan subjektif," kata Nico pada saat menjadi pembicara diskusi di sebuah rumah makan, Jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (17/1).
BACA JUGA: Mantan Wakapolri: Jangan Mimpi Jadi Orang Kaya Kalau Mau Jadi Polisi
Menurut Nico, kepentingan politik pergantian Kapolri tersebut kemudian membuat Presiden Joko Widodo alias Jokowi terjepit di empat posisi penjuru, setelah Komjen Budi Gunawan menyandang status tersangka kasus dugaaan suap dan gratifikasi kepemilikan rekening gendut. Keempat penjuru kepentingan yang membuat Jokowi pusing itu, kata Nico, Istana Negara, DPR, KPK dan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-Perjuangan.
"Kepentingan politik itu membuat posisi Presiden jadi terjepit di empat penjuru, Istana, DPR, Kuningan dan Teuku Umar. Keterjepitan itu membuat Presiden pusing sekali," katanya.
Menurut Nico, meski Jokowi sebagai Presiden memiliki hak proregatif, namun hal itu tidak lantas membuat Presiden Jokowi bisa leluasa mengambil keputusan. Sebab, masih ada pemegang hak veto player yang dapat memutuskan kebijakan, termasuk kebijakan Presiden menentukan calon Kapolri, seperti Komnjen Budi Gunawan.
'Kesulitan itu pilihan dari keputusan politiknya. Bahwa sebagai Presiden, Jokowi ini enggak punya partai, dia punya partai tapi bukan veto player yang bisa membuat keputusan untuk mengatasi keputusan di bawahnya," pungkas Nico sambari mengatakan Jasmerah: Jangan sampai Mega marah. (Hur)
Follow Twitter kami di @Merahputihcom
Like FanPage Facebook kami di Merahputih.com