Terkait Komjen Budi Gunawan, Jokowi Terjepit Empat Penjuru Kepentingan

Ana AmaliaAna Amalia - Sabtu, 17 Januari 2015
Terkait Komjen Budi Gunawan, Jokowi Terjepit Empat Penjuru Kepentingan

Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, apolri Jenderal Pol Sutarman, Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/1). Antara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Pengamat Politik dari Populi Center, Nico Harjanto menyebut pergantian jabatan Kapolri dari Sutarman ke calon tunggal Komjen Budi Gunawan sangat politis dan subjektif. Betapa tidak, masa bakti jabatan Sutarman sendiri masih tersisa 9 bulan lagi. Namun, setelah Kompolnas menyodorkan beberapa nama calon pengganti Sutarman, Jokowi melah menyodorkan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal dan sudah disetuji oleh DPR RI.

"Ga bisa dipungkiri, ini sangat politis. Parpol terbesar, PDIP ingin memaksakan. Ada kepentingan subjektif, dibikin seolah-olah harus ada alasan mendadak (Sutarman) diganti. Padahal masa kerjanya masih lama, situasi aman, alasan objektif pergantian kapolri itu ga ada, yang ada alasan subjektif," kata Nico pada saat menjadi pembicara diskusi di sebuah rumah makan, Jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (17/1).

BACA JUGA: Mantan Wakapolri: Jangan Mimpi Jadi Orang Kaya Kalau Mau Jadi Polisi

Menurut Nico, kepentingan politik pergantian Kapolri tersebut kemudian membuat Presiden Joko Widodo alias Jokowi terjepit di empat posisi penjuru, setelah Komjen Budi Gunawan menyandang status tersangka kasus dugaaan suap dan gratifikasi kepemilikan rekening gendut. Keempat penjuru kepentingan yang membuat Jokowi pusing itu, kata Nico, Istana Negara, DPR, KPK dan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-Perjuangan.

"Kepentingan politik itu membuat posisi Presiden jadi terjepit di empat penjuru, Istana, DPR, Kuningan dan Teuku Umar. Keterjepitan itu membuat Presiden pusing sekali," katanya.

Menurut Nico, meski Jokowi sebagai Presiden memiliki hak proregatif, namun hal itu tidak lantas membuat Presiden Jokowi bisa leluasa mengambil keputusan. Sebab, masih ada pemegang hak veto player yang dapat memutuskan kebijakan, termasuk kebijakan Presiden menentukan calon Kapolri, seperti Komnjen Budi Gunawan.

'Kesulitan itu pilihan dari keputusan politiknya. Bahwa sebagai Presiden, Jokowi ini enggak punya partai, dia punya partai tapi bukan veto player yang bisa membuat keputusan untuk mengatasi keputusan di bawahnya," pungkas Nico sambari mengatakan Jasmerah: Jangan sampai Mega marah. (Hur)

Follow Twitter kami di @Merahputihcom

Like FanPage Facebook kami di Merahputih.com

 

#Pro Kontra Budi Gunawan #PDIP #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan