PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PDIP mengusulkan jumlah kursi minimal yang ideal bagi sebuah partai di Parlemen adalah 38 kursi agar keterwakilan politik dapat berjalan efektif sesuai jumlah komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR RI saat ini.

“Kalau dikalikan dua untuk memastikan minimal dua orang di setiap komisi dan AKD, maka jumlah idealnya 38 kursi,” kata Ketua DPP PDIP Said Abdulla, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/5).

Baca juga:

Menko Yusril Usul Ambang Batas Parpol Sama dengan Jumlah Komisi di DPR

Said memaparkan DPR saat ini memiliki 13 komisi dan sekitar enam alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya, sehingga totalnya mencapai 19 struktur.

Dengan minimal dua anggota di setiap komisi dan AKD, lanjut dia, fungsi pengawasan dan legislasi dapat berjalan lebih optimal.

Ambang Batas Nasional dan Daerah

PDIP juga menilai ambang batas parlemen nasional atau parliamentary threshold (PT) idealnya berada pada kisaran 5,5 persen hingga 6 persen suara nasional. Angka tersebut dianggap sejalan dengan kebutuhan kursi minimal di DPR.

“Kalau dikaitkan dengan jumlah komisi dan AKD, yang ideal memang sekitar 5,5 persen sampai 6 persen,” tuturnya.

Baca juga:

PKB Ingin Ambang Batas Parlemen Ditentukan Secara Proporsional

Untuk di level bawah, PDIP mengusulkan agar konsep ambang batas juga diterapkan secara berjenjang di tingkat daerah. Ia menyarankan PT untuk DPRD provinsi berada di kisaran 5 persen, sementara DPRD kabupaten/kota sekitar 4 persen.

Menjaga Stabilitas Politik dan Efektivitas Daerah

Menurut Said, penerapan ambang batas di daerah penting untuk menjaga efektivitas lembaga legislatif. Tanpa adanya threshold, partai dengan perolehan suara kecil tetap bisa mendapatkan kursi, yang berpotensi menyulitkan proses pengambilan keputusan.

“Kalau hanya satu kursi atau gabungan kecil, akan sulit mengambil keputusan, apalagi saat berhadapan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca juga:

Golkar Tolak Ambang Batas Parlemen Dihapus, Bantah Motifnya Jegal Partai Baru

Ia menegaskan bahwa penerapan ambang batas secara berjenjang dari tingkat nasional hingga daerah akan menciptakan sistem politik yang lebih stabil dan efektif. “Keberadaan parliamentary threshold di daerah merupakan keniscayaan guna memperkuat fungsi legislasi dan pemerintahan secara keseluruhan,” tandasnya. (Pon)

#PDIP #UU Pemilu #Ambang Batas Parlemen
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Indonesia
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Perdebatan mengenai posisi PDIP mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Indonesia
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Politisi PDI-P Deddy Sitorus menilai kericuhan dalam diskusi di UGM tidak lepas dari akumulasi kemarahan mahasiswa. Singgung posisi Budiman Sudjatmiko saat ini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Indonesia
Sufmi Dasco Ahmad Garansi Revisi UU Pemilu Komisi II DPR Lebih Kebal Gugatan
DPR RI memetik pelajaran penting dari rentetan kekalahan hukum masa lalu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
Sufmi Dasco Ahmad Garansi Revisi UU Pemilu Komisi II DPR Lebih Kebal Gugatan
Indonesia
DPR Ingin UU Pemilu Tidak Lagi Digugat di MK
Komisi II DPR RI lebih berhati-hati dalam menyusun perubahan UU Pemilu agar tidak kembali digugat di Mahkamah Konstitusi (MK).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
DPR Ingin UU Pemilu Tidak Lagi Digugat di MK
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Revisi UU Pemilu Belum Dicoret dari Prolegnas, DPR Buka Opsi Fast-Track Lewat Pemerintah
Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda memastikan revisi Undang-Undang Pemilu belum dicoret dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Revisi UU Pemilu Belum Dicoret dari Prolegnas, DPR Buka Opsi Fast-Track Lewat Pemerintah
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Bagikan