Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman

Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PERISTIWA kerusuhan 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan Kudatuli tidak boleh dipandang sekadar aksi fisik penyerangan kantor partai, tapi cerminan dari kegelisahan penguasa saat itu terhadap suara rakyat.


Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat PDI Perjuangan (PDIP) Andi Widjajanto dalam acara peresmian Monumen Kudatuli di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (27/7).


Dalam penjelasannya, Andi menegaskan peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.


"Bukan sekadar yang diserang ialah kantor partai, bahkan yang diserang itu bukan pro-Megawati, yang diserang juga bukan Partai Demokrasi Indonesia saat itu, yang diserang ialah akar rumput," ujar Andi.


Menurut Andi, kekhawatiran rezim kala itu bermula dari kemunculan figur politik muda yang membawa kembali ingatan publik pada sosok Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno. Dia mengatakan rezim Orde Baru ketika itu berupaya membungkam ingatan publik terkait dengan Bung Karno selama bertahun-tahun. Namun, aksi itu runtuh ketika dukungan publik menguat signifikan hingga puncaknya pada Pemilu 1999.



Baca juga:

Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam


"Ibu Mega berkali-kali mengatakan ke kami, yang paling kuat, yang paling susah untuk dimatikan di negara ini yakni akar rumput. Akar rumput itu ialah kita semua," katanya.


Mengenai makna Kudatuli bagi penguatan demokrasi, Andi menyoroti pentingnya menjaga institusi militer agar tetap berada pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara dan tidak terlibat dalam politik praktis maupun ranah sipil.


"Kudatuli menjadi titik awal dari gerakan demokrasi yang semula sudah kita lihat masalahnya ketika ada pembungkaman-pembungkaman sejak Bung Karno dijatuhkan pada 1966. Satu saja yang menjadi pesan dari Kudatuli itu, jangan biarkan lagi tentara keluar dari koridor profesionalnya," kata Andi.


Dia menambahkan fokus utama prajurit haruslah pada peningkatan kapasitas pertahanan. "Tentara harus profesional berada menjaga pertahanan kita. Kita membayar pajak, menggaji jenderal, menggaji perwira, menggaji prajurit untuk bertugas di pertahanan. Ya, bukan masuk ke pemerintahan sipil, bukan masuk menjadi dirjen, bukan masuk untuk mengurusi jagung, bukan masuk untuk membuka sawah," lanjutnya.


Dengan mengutip pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman serta Presiden Soekarno, Andi mengingatkan pentingnya menjaga integritas tentara sebagai tentara nasional yang bebas dari kepentingan politik.


"Amanat Pak Dirman 5 Oktober '49 di Alun-Alun Utara Yogyakarta yakni tentara kita ialah tentara nasional, tidak terpilah-pilah, tidak boleh masuk ke bawah kepentingan politik tertentu. Amanat Pak Dirman ini diulang lagi oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1953, kata-katanya nyaris persis sama: tentara nasional, tidak terkotak-kotak, tidak terpilah-pilah, tidak boleh membawa kepentingan politik tertentu. Itu tentara yang kita inginkan," kata Andi.


"Masalah kita dari tahun '66 yang kemudian ambruk di '98, yang kemudian kita melihat gejalanya kembali adalah ketika tentara tidak melihat dirinya sebagai tentara rakyat, tidak melihat dirinya sebagai tentara nasional, mulai kembali ke ruang politik. Itu yang harus kita cegah saat ini," pungkasnya.(Pon)




Baca juga:

Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih

#Kudatuli #PDIP #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Bagikan