Terkait Impor Senjata, Moeldoko Ingatkan Agar Masyarakat Tetap Tenang
Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko saat mengisi kuliah umum di kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur, Jakarta, Rabu (4/10). (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Polemik terkait impor senjata oleh satuan Brimob Polri mendapat perhatian dari masyarakat luas, termasuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko.
Dia menyatakan, tidak mau menciptakan kegaduhan baru dengan mengomentari pernyataan orang lain. Namun, Moeldoko mengingatkan agar semua pihak tenang dan tidak emosi dalam menyikapi perbedaan pendapat.
"Intinya adalah masyarakat Indonesia perlu mendapatkan sebuah kodisi yang teduh nyaman dan aman. Tidak menginginkan kegaduhan dari waktu ke waktu," kata Moeldoko usai mengisi kuliah umum di kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur, Jakarta, Rabu (4/10).
Menurutnya, ada prioritas utama yang lebih penting untuk diributkan ketimbang membuat kegaduhan.
Dia menyebut, jangan sampai ancaman dari luar tidak kita kenali, tetapi justru kita memunculkan dan menciptakan ancaman dari dalam diri kita sendiri.
"Intinya adalah kondisi kompetitif dunia ini sangat luar biasa. Maka yang jauh lebih penting ancaman dari luar, jangan sampai tidak kita kenali dengan baik. Justru kita memunculkan ancaman baru yang malah kita ciptakan sendiri. Padahal ancaman luar yang harus kita sikat," katanya.
Karena itu, kata dia, harus ada sinergisme antarlembaga dalam menguatkan pertahanan dalam negeri.
"Yang paling penting bukan komentar dari orang lain, tetapi bagaimana kita memperkuat di dalamnya, memperkuaat instansi antarlembaga," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait impor senjata lainnya di: Menhan: Impor Senjata Harus Sesuai Aturan
Bagikan
Berita Terkait
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Rencana Pembebasan Tarif Bea Masuk Produk AS: Berpotensi Timbulkan Efek Mengerikan
Alasan Pemerintah Daya Saing Indonesia Bisa Anjlok ke Posisi 40 Dari 69 Negara Dunia
Kemendag Sita Produk Ilegal Senilai Rp 15 Miliar Sejak Januari 2025
Harga iPhone dan Samsung Bakal Lebih Mahal di AS, Imbas Tarif Impor Global
200 Ribu Ton Gula Impor Segera Masuk Indonesia Diklaim Buat Stabilisasi Harga
Atasi Ancaman PHK Massal di Sejumlah Industri, Pemerintah Diminta Perketat Produk Impor
Produk Ilegal Kuasi 35 Persen Pasar Dalam Negeri
AOC Luncurkan Produk 'Professional Displays' di Indonesia